Media Utama Terpercaya

9 Oktober 2026, 02:47
Search

BGN Uji Coba Penyajian MBG dengan Sistem Prasmanan. Apa Keunggulannya?

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Uji coba penyajian MBG dengan sistem prasmanan
Uji coba penyajian MBG dengan sistem prasmanan. [Foto: Media Indonesia]

Jakarta, mu4.co.id – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menguji coba penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Cara ini dinilai dapat menjaga makanan tetap hangat dan segar saat dikonsumsi siswa.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan sistem tersebut juga dapat memangkas jeda antara proses memasak dan waktu makan, sehingga kualitas makanan lebih terjaga.

“Di tanggal 5 Oktober kita sudah piloting (percobaan) di mungkin lebih dari 60 dapur untuk prasmanan di kelas. Jadi, makanan dibawa hangat-hangat ke kelas, kemudian disajikan di kelas,” ungkap Sudaryono dikutip dari Liputan6, Kamis (8/10).

Sudaryono menyebut BGN tengah mengkaji dan menguji model central kitchen yang mengadaptasi sistem makan sekolah seperti di Jepang. Model ini dinilai dapat memangkas waktu tunggu sehingga makanan tetap hangat, segar, dan mengurangi risiko kerusakan kualitas makanan.

Baca Juga: BGN Ubah Insentif Dapur MBG Jadi Rp2.000 per Porsi Mulai 5 Oktober 2026. Simak Rinciannya!

Uji coba terus dipantau di berbagai daerah. Hasilnya akan menjadi bahan evaluasi untuk memperluas sistem prasmanan dengan mempertimbangkan kesiapan dapur, sekolah, SDM, dan kondisi penerima manfaat.

Uji coba sistem prasmanan MBG salah satunya diterapkan di SDN 5 Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Dalam sistem ini, siswa mengambil sendiri makanan sesuai kebutuhan, berbeda dari sebelumnya yang menggunakan porsi tetap.

Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Blora, Artika Diannita, mengatakan penerapan sistem tersebut mendapat respons positif dari para siswa.

“Kalau kita lihat anak-anak lebih antusias, lebih senang ketika mereka dapat mengambil makanannya sendiri karena bisa disesuaikan sama keinginan. Jadi ngambilnya sesuai, enggak dibuang-buang atau mubazir,” ucap Artika.

(Liputan6)

[post-views]
Selaras