Jakarta, mu4.co.id – Bencana apapun jenisnya atau kondisi darurat lainnya bisa datang tidak terduga. Oleh karena itu, tas siaga bencana atau Emergency Preparedness Kit perlu disiapkan untuk bertahan hidup saat menuju ke tempat aman.
Tas siaga sendiri merupakan tas tahan air yang berisi kumpulan barang-barang kebutuhan dasar rumah tangga yang dipersiapkan sebelum terjadi bencana, untuk kondisi terburuk bertahan setidaknya dalam kurun waktu selama 72 jam (3 hari pertama) yang diperlukan dalam keadaan darurat.
Untuk mempersiapkan tas siaga bencana, simpan semua barang yang diperlukan ke dalam plastik kedap air dan memasukkannya ke dalam tas ransel.
Dalam buku saku Tanggap Tangkas Bencana Menghadapi Bencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), setidaknya terdapat 11 jenis barang yang perlu dimasukkan ke dalam tas siaga bencana.
Baca juga: Awan Potensial Muncul, BNPB Kembali Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca di Kalsel
Berikut daftar isi tas siaga bencana yang perlu disiapkan:
- Surat-surat penting (surat tanah, surat kendaraan, ijazah, akte kelahiran, dsb)
- Pakaian untuk 3 hari (termasuk pakaian dalam, celana panjang, jaket, selimut, handuk, jas hujan, dsb)
- Makanan ringan tahan lama (seperti mi instan, biskuit, abon, cokelat dsb.)
- Air minum (setidaknya bisa mendukung kebutuhan selama kurang lebih 3 hari)
- Kotak obat-obatan/P3K (obat-obatan pribadi dan obat-obatan umum lainnya)
- Alat bantu penerangan (senter, lampu kepala (headlamp), korek api, lilin)
- Uang (siapkan uang cash secukupnya untuk perbekalan selama kurang lebih 3 hari)
- Peluit (alat bantu untuk meminta pertolongan saat darurat)
- Masker (alat bantu pernapasan untuk menyaring udara kotor/tercemar)
- Perlengkapan mandi (sabun, mandi, sikat gigi dan odol, sisir, cotton bud, dsb)
- Radio/ponsel (radio/ponsel beserta baterai/charger/powerbank untuk memantau informasi bencana)
Selain menyiapkan tas siaga bencana, juga perlu memiliki upaya perlindungan berikut:
- Kaji situasi. Identifikasi tipe bencana serta situasi di sekitarmu.
- Tinggal atau berpindah tempat. Masyarakat perlu memutuskan untuk tinggal di rumah atau berpindah tempat berdasarkan informasi situasi terkini. Apabila berpindah tempat, buatlah keputusan secara tepat dengan mendengarkan arahan dari pemerintah setempat.
- Cari udara bersih. Situasi bencana dapat memengaruhi kondisi air dan udara bersih. Oleh karena itu, pastikan udara bersih dengan menutup mulut dengan kain atau masker.
- Lindungi diri dari reruntuhan. Apabila berada di reruntuhan, carilah celah untuk bernapas. Lempar sesuatu atau tiupkan peluit untuk meminta pertolongan.
- Pastikan kebersihan. Pastikan air yang dikonsumsi layak untuk diminum dan sanitasi.
(detik.com, indonesiabaik.id)















