Jakarta, mu4.co.id – Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut belanja negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 direncanakan mencapai Rp4.097,2 triliun, dengan target defisit 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Sementara itu, defisit APBN 2026 yang semula ditetapkan 2,68 persen dari PDB diperkirakan meningkat menjadi 2,85 persen akibat perubahan asumsi makro dan kebutuhan anggaran.
Baca Juga: Pemerintah Lunasi Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun, Akhiri Kewajiban Era Krisis 1997-1998
“RAPBN 2027 kita desain sehingga kemungkinan besar ini pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia belanja negara melebihi Rp 4.000 triliun,” ujar Suahasil dalam acara Antara Business Forum 2026, dikutip dari IDN Financials, Sabtu (26/9).
Suahasil menegaskan, besarnya anggaran RAPBN 2027 harus diikuti manfaat nyata bagi masyarakat. Anggaran tersebut diarahkan untuk mendukung produktivitas, kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, serta konektivitas infrastruktur.
Dalam RAPBN 2027, belanja negara ditargetkan Rp4.097,2 triliun, naik dari Rp3.842,7 triliun pada APBN 2026. Sementara pendapatan negara diproyeksikan Rp3.426 triliun, dengan pembiayaan Rp671,2 triliun dan defisit 2,40 persen terhadap PDB.
(IDN Financials)













