Riyadh, mu4.co.id – Arab Saudi mengumumkan pertahanan udaranya telah mencegat dan menghancurkan sebuah rudal jelajah yang terdeteksi mengudara di wilayah Madinah, salah satu kota paling suci dalam Islam, Kamis (15/10/2026) pagi waktu setempat.
Hal itu diungkapkan oleh juru bicara koalisi Saudi, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki. Namun ia tidak menyebutkan lebih lanjut soal sumber atau dalang di balik rudal tersebut. Tidak diketahui secara jelas soal target dari serangan rudal itu. Tidak disebutkan juga soal kerusakan atau korban jiwa akibat aktivitas pencegatan rudal tersebut.
“Sebuah rudal jelajah di wilayah Madinah telah dicegat dan dihancurkan,” katanya.
Pencegatan rudal tersebut dilakukan ketika semakin meningkatnya serangan rudal dan drone oleh kelompok Houthi terhadap Saudi, termasuk serangan menargetkan bandara sipil dan fasilitas energi.
Baca juga: 2 WNI Terluka Imbas Serangan Houthi di Bandara Riyadh. Ini Imbauan KBRI Riyadh
Ketegangan semakin memuncak saat Saudi terlibat dalam operasi militer terhadap Houthi di Yaman. Koalisi militer pimpinan Saudi memberikan dukungan udara kepada pasukan pemerintah Yaman yang memerangi Houthi, dalam upaya merebut kembali wilayah-wilayah yang dikuasai kelompok tersebut.
Houthi membalas dengan menargetkan wilayah Saudi dalam serangkaian serangan rudal dan drone. Houthi juga memberlakukan blokade maritim dan menyerang kapal-kapal Saudi di Laut Merah. Namun kelompok yang bermarkas di Yaman dan didukung Iran itu, sebelumnya telah berjanji tidak akan melancarkan serangan terhadap kota-kota suci di Saudi, terutama Mekkah dan Madinah.
Sebelumnya, pada 29 September lalu, koalisi Saudi menyebut Houthi melancarkan serangan drone terhadap pusat distribusi listrik Taibah yang ada di Madinah. Serangan itu menyebabkan sebuah transformator yang memasok listrik untuk Masjid Nabawi, salah satu situs paling suci dalam agama Islam, tidak berfungsi.
Berdasarkan laporan Anadolu Agency, antara 5-10 Oktober, setidaknya 10 serangan menargetkan 5 bandara di wilayah Saudi, yang menewaskan total sedikitnya 20 orang dan melukai ratusan orang lainnya. Serangan-serangan itu juga menyebabkan gangguan penerbangan. Bandara Internasional King Khalid menjadi target serangan terbanyak, yakni sebanyak lima kali, yang menewaskan 18 orang.
(detik.com)






![Jembatan Cemara Ujung–Sungai Andai [Cusa]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG_5656-300x169.webp)








