Media Utama Terpercaya

16 Oktober 2026, 22:36
Search

2 WNI Terluka Imbas Serangan Houthi di Bandara Riyadh. Ini Imbauan KBRI Riyadh

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Serangan di Bandara Riyadh
2 WNI Terluka Imbas Serangan Houthi di Bandara Riyadh [Foto: himpuh.or.id]

Arab Saudi, mu4.co.id – Dua warga negara Indonesia (WNI), berinisial RM (45), dan ET (32) mengalami luka ringan akibat serangan di Arab Saudi pada 11 Oktober 2026.

Diketahui, keduanya memiliki izin tinggal permanen di Arab Saudi dan bukan merupakan jemaah umrah maupun haji. Setelah kejadian, keduanya mendapatkan perawatan medis dan diperbolehkan pulang pada hari yang sama.

“Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada hari ini, Selasa 13 Oktober 2026 telah menyampaikan informasi resmi bahwa terdapat 2 (dua) Warga Negara Indonesia yang mengalami luka ringan pada tanggal 11 Oktober 2026 dan mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al Shahafah dan Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al-Takhasusi di Riyadh. Keduanya telah diperbolehkan pulang pada hari yang sama,” kata Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh, Rabu (14/10/2026).

Sebelumnya, KBRI Riyadh telah mengirimkan nota diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri Arab Saudi untuk meminta informasi mengenai WNI yang menjadi korban serangan. KBRI juga mendatangi Mouwasat Hospital dan Riyadh Hospital untuk memastikan kondisi WNI.

Baca juga: Bandara King Khalid Riyadh Diserang Rudal: 12 Tewas, 300 Lebih Luka-Luka!

Mengenai kondisi tersebut, KBRI Riyadh mengimbau seluruh WNI di Arab Saudi untuk terus meningkatkan kewaspadaan, menghindari lokasi rawan, mematuhi arahan pihak berwenang, serta terus memantau informasi resmi dari Pemerintah Arab Saudi dan KBRI Riyadh.

KBRI Riyadh juga mengimbau WNI agar tidak mengambil foto atau video, merekam, maupun menyebarkan informasi mengenai penangkisan rudal dan drone serta lokasi jatuhnya proyektil di media sosial. Pemerintah Arab Saudi memberlakukan pembatasan atas aktivitas tersebut dan menetapkan sanksi bagi pelanggar sesuai hukum yang berlaku.

Di tengah peningkatan kewaspadaan, pemerintah menyatakan perjalanan ibadah umrah masih berlangsung. Hingga saat ini, belum ada peringatan perjalanan ataupun perintah penghentian keberangkatan umrah.

Kementerian Luar Negeri RI juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi serta perwakilan diplomatik Indonesia untuk memantau perkembangan situasi keamanan. Rencana darurat dan langkah perlindungan WNI akan disesuaikan apabila diperlukan, mengikuti perkembangan kondisi di lapangan.

KBRI Riyadh pun memastikan tetap beroperasi dan akan terus memberikan pelayanan kepada WNI, dan bagi WNI yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi hotline KBRI Riyadh di nomor +966 569173990.
(detik.com)

[post-views]
Selaras