Makkah, mu4.co.id – Muadzin Masjidil Haram, Sheikh Ibrahim Al Madani (50), meninggal dunia pada Senin (21/9) setelah beberapa jam sebelumnya sempat mengumandangkan adzan Subuh yang menjadi adzan terakhirnya di Masjidil Haram, Makkah.
Salat jenazah Al Madani dijadwalkan setelah salat Ashar di Masjidil Haram, kemudian dimakamkan di Pemakaman Al Mualla.
Sheikh Ibrahim Al Madani lahir di Madinah pada 1976 dan tumbuh dalam keluarga religius. Ia dikenal mendapat pengaruh dari kakeknya yang merupakan penghafal Al-Qur’an dan kemudian menempuh pendidikan Studi Al-Qur’an.
Perjalanan Al Madani sebagai muadzin dimulai sejak usia 15 tahun saat ia mengumandangkan adzan di masjid dekat rumahnya di Madinah. Ia menjalankan tugas tersebut secara bergiliran bersama tiga tetangganya hingga menyelesaikan pendidikan tinggi.
Dilansir dari Kompas pada Selasa (22/9), setelah Al Madani lulus pendidikan tinggi, ia sempat berhenti menjadi muadzin karena bekerja sebagai pengajar di luar Madinah.
Sekitar tahun 2007–2008, Al Madani kembali mengumandangkan adzan di Masjid Al-Maddah hingga mendapat kesempatan menjadi muadzin Masjidil Haram. Ia kemudian resmi ditunjuk sebagai muadzin Masjidil Haram pada 1439 Hijriah atau sekitar 2017–2018.
Adzan Subuh terakhir yang dikumandangkan oleh Sheikh Ibrahim Al Madani:
(Kompas)














