Banjarmasin, mu4.co.id – Kondisi air baku di Banjarmasin kembali menghadapi persoalan akibat kemarau yang masih berlangsung. Setelah distribusi air bersih sempat mendekati normal pada Rabu (19/8), kadar garam di Intake Sungai Bilu kembali melonjak dua hari kemudian.
Pada Jum’at (21/8), kadar garam di Intake Sungai Bilu tercatat mencapai 1.233 ppm. Kondisi tersebut terjadi ketika debit sungai terus menyusut dan air laut masuk ke aliran Sungai Martapura.
Air sungai yang terasa payau hingga asin juga dirasakan warga di sejumlah wilayah, salah satunya Jalan Teluk Tiram, Banjarmasin Barat. Warga sendiri masih memanfaatkan air sungai untuk mandi, mencuci, dan lain-lain.
Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, mengatakan kadar garam di atas 1.000 ppm mulai terdeteksi sejak sekitar pukul 03.00 WITA pada Jum’at (21/8). Kondisi tersebut menjadi perkembangan terbaru setelah sebelumnya distribusi air bersih hampir membaik.
Intake Sungai Bilu sendiri memiliki kapasitas sekitar 2.100 meter kubik per jam dan melayani wilayah Banjarmasin Barat serta Banjarmasin Utara. Sementara IPA II Pramuka mampu memproduksi sekitar 5.500 hingga 5.600 meter kubik per jam. Namun, tingginya kadar garam kembali membuat pengelolaan air baku harus disesuaikan.
PAM Bandarmasih juga telah mengurangi operasional pompa di IPA 1 dan hanya mengoperasikan satu pompa. Selain itu, air dari Sungai Bilu juga dicampur dengan sumber air lainnya untuk menekan kadar garam sebelum masuk ke sistem produksi.
Sementara itu, gangguan distribusi paling terasa di wilayah ujung jaringan, seperti Jalan Padat Karya dan Sungai Andai. Tekanan air memang mulai membaik, tetapi kontinuitas selama 24 jam belum sepenuhnya terjamin.
Pelanggan di wilayah ujung jaringan disarankan menampung air pada malam hari saat aliran kembali normal.
“Kalau normal biasanya jam 20.00–21.00 WITA sudah normal. Pelanggan diharapkan menabung menyimpan air,” ujar Direktur Operasional PAM Bandarmasih Irwan Firmana dikutip dari Radar Banjarmasin, Sabtu (22/8).
Kondisi ini menunjukkan persoalan air baku di Banjarmasin belum sepenuhnya berakhir. Selama kemarau masih berlangsung, debit sungai dan kadar garam dapat kembali berubah sehingga berpotensi memengaruhi produksi serta distribusi air bersih kepada masyarakat.
Warga juga diminta menghemat air serta menyiapkan cadangan air untuk mengantisipasi gangguan pasokan.
(Radar Banjarmasin, Fokus6.net)
![Sungai Barito Mengering [Foto: Kolase mu4.co.id]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260822_215849-300x169.webp)











