Media Utama Terpercaya

15 Juli 2026, 18:49
Search

MPLS Digabung, SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin Hanya Punya Satu Siswa Baru

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin
SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin Hanya Punya Satu Siswa Baru [Foto: detik.com]

Banjarmasin, mu4.co.id – Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin tahun ini digabung dengan MPLS SDN Teluk Dalam 9, yang berada persis di samping SDN Teluk Dalam 10, Senin (13/07/2026).

Plt Kepala SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin, Arief Rahman Hakim mengatakan, hal itu dilakukan atas hasil proses diskusi bersama pengawas pembina, sebab SDN Teluk Dalam 10 hanya memiliki satu murid baru, yaitu Talita Nazwa, yang bertujuan agar anak tidak merasa kesepian.

Proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) untuk kelas 1 SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin akan tetap berjalan sesuai standar sebagaimana biasa, meski pada sekolah hanya mendapatkan satu murid baru.

Diketahui, minimnya siswa bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa tahun terakhir, tidak sampai ada 10 siswa yang diterima, sampai ada yang tidak mendaftar sama sekali, yaitu di tahun 2024 tidak ada yang mendaftar sama sekali. Kemudian tahun 2025 itu hanya enam siswa dan tahun 2026 ini hanya satu siswa baru yang mendaftar.

Meski demikian, Arief menyampaikan, kondisi tersebut tidak akan menyurutkan profesionalitas tenaga pendidik. Guru kelas yang bertugas dipastikan tetap memberikan pengajaran sebagaimana mestinya.

“Kebetulan untuk kelas 1 ini kami hanya menerima satu orang murid. Jadi untuk proses pembelajaran, kami akan terus tetap menjaga kualitas pembelajaran,” ujar Arief dikutip dari tribunnews.com, Senin (13/07/2026).

Baca juga: Menteri PANRB: ASN Boleh WFA Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Talita Nazwa nantinya akan belajar seperti kelas privat dengan metode one on one atau satu guru satu murid. Meski demikian, peserta didik tunggal itu mendapatkan hak belajarnya secara penuh. Arief yang juga Kepala SDN Teluk Dalam 9 itu mengatakan, mereka sebenarnya sudah berpromosi maksimal, terutama di jalur offline.

Siti Mariam, Ibunda Talita, mengatakan sebelumnya tidak mengira anaknya akan menjadi satu-satunya murid di kelas 1 SDN Teluk Dalam 10 saat mendaftar. “Pas bertanya, baru tahu kalau muridnya cuma satu. Sempat mau pindah ke sekolah lain namun urung karena seluruh proses pendaftaran telah selesai dilakukan,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi 4 DPRD Banjarmasin, Neli Listriani mengatakan pihaknya akan mendorong pemerintah kota Banjarmasin untuk mencari akar permasalahan hingga mencari solusi bersama. “Serta mencari akar permasalahan secara objektif, baru dari hasil evaluasi diambil tindak lanjut yang terukur,” kata Neli dikutip dari detikKalimantan, Rabu (15/07/2026).

Mengenai tindak lanjut yang diambil, Neli menyebut diantaranya yang memungkinkan ialah penggabungan sekolah dengan yang terdekat (grouping), atau membuka kembali pendaftaran secara langsung di sekolah.

Neli mengungkapkan, kondisi dimana sekolah yang hanya terisi oleh satu pendaftar menjadi perhatian serius. Sebab, ia menduga kondisi tersebut terjadi bukan tanpa alasan, dan pasti dipengaruhi oleh berbagai faktor mendasar. “Seperti misalnya hilangnya minat masyarakat, kualitas sarana dan prasarana yang dinilai kurang baik, lokasi sekolah yang kurang pas,” ujarnya.

Menurutnya, pemerataan pendidikan harus menjadi prioritas utama pemerintah kota, sehingga tidak terjadi kesenjangan antara sekolah maupun siswa. Ia pun mengajak agar seluruh pihak bisa terlibat bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan di Banjarmasin. “Mari sama-sama berperan aktif dalam meningkatkan mutu pendidikan di Banjarmasin,” pungkasnya.

[post-views]
Selaras