Media Utama Terpercaya

18 April 2026, 23:37
Search

Pemko Banjarmasin Siapkan Program Edukasi Sampah Berbasis Masyarakat Hingga Sekolah. Bagaimana Sistemnya?

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Program Edukasi Sampah Berbasis Masyarakat Hingga Sekolah
Ilustrasi. [Foto: AI, mu4.co.id]

Banjarmasin, mu4.co.id – Pemerintah Kota Banjarmasin menyiapkan program edukasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat secara luas. Program ini menekankan komunikasi, informasi, dan edukasi langsung kepada warga, termasuk di lingkungan sekolah. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin, Ichrom Muftesar, menyebutkan sebanyak 26 trainer akan diterjunkan untuk memberikan pelatihan dengan panduan buku “Sekolah Sampah” yang telah disusun.

“Panduan ini berisi cara-cara praktis yang bisa langsung diterapkan warga di rumah, seperti metode maggot, komposting, sistem tumpuk galon, kompos dek, dan teknik sederhana lainnya,” ungkap Ichrom usai Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, dikutip dari Kalimantan Post, Sabtu (18/4).

Baca Juga: Pemko Banjarmasin Larang Masyarakat Buang Sampah Pada Jam Ini! Denda Bila Melanggar!

Ichrom menyebut materi dan perangkat pelatihan sudah rampung sekitar 70–90 persen dan akan segera dilaporkan kepada Wali Kota Banjarmasin H.M. Yamin untuk mendapat persetujuan. Jika disetujui, panduan tersebut akan disebarkan agar warga memiliki acuan jelas dalam mengelola sampah rumah tangga secara mandiri. 

Program ini juga menyasar sekolah, dengan minimal dua guru di setiap SD, SMP, dan SMA dilatih untuk menyiapkan alat peraga serta mengajarkan pengolahan sampah kepada siswa.

“Tujuannya agar anak-anak kita sudah paham sejak dini bagaimana mengelola sampah. Jadi perubahan perilaku itu dimulai dari rumah dan diperkuat di sekolah,” ujarnya.

Baca Juga: Dinilai Punya Potensi Besar, Menteri Lingkungan Hidup Dorong Banjarbaru Perkuat Pengelolaan Sampah

Program ini ditargetkan mulai berjalan dalam 1–3 bulan ke depan, dan dalam 3–6 bulan masyarakat diharapkan mulai terbiasa mengelola sampah secara mandiri. 

Ia menegaskan, persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama karena sumber sampah berasal dari individu dan aktivitas masyarakat.

“Kalau ini berjalan, Insya Allah wajah kota kita akan jauh lebih bersih dalam waktu yang tidak terlalu lama,” tuturnya.

(Kalimantan Post)

[post-views]
Selaras