Media Utama Terpercaya

11 April 2026, 23:16
Search

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Genjatan Senjata Batal. Ini Sebabnya!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Iran kembali tutup selat hormuz
Iran kembali tutup selat hormuz. [Foto: AI/mu4.co.id]

Iran, mu4.co.id – Iran kembali menutup Selat Hormuz hanya beberapa jam setelah sempat dibuka terbatas, menyusul meningkatnya ketegangan akibat serangan Israel ke Lebanon.

Penutupan ini terjadi di tengah rapuhnya kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat yang baru disepakati awal April. Teheran menilai serangan Israel yang menewaskan ratusan orang dan melukai lebih dari seribu lainnya merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan, karena Iran menganggap Lebanon termasuk dalam cakupan gencatan.

Pejabat kepresidenan Iran, Abbas Mousavi, menegaskan bahwa perjanjian kini berada dalam kondisi “rapuh” dan berpotensi runtuh. Ia bahkan memperingatkan Iran tidak akan tinggal diam terhadap pelanggaran yang terus terjadi.

Baca juga: Setelah Selat Hormuz, Iran Ancam Bakal Tutup Jalur Energi Bab al-Mandeb. Ini Akibatnya!

“Iran akan menanggapi pelanggaran gencatan senjata dengan pelanggaran gencatan senjata,” tegasnya dilansir dari Tribunnews, Sabtu (11/4).

Sebelumnya, Iran sempat membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz secara terbatas dengan pengawasan ketat. Kapal yang melintas dibatasi sekitar 12 unit per hari, dikenakan biaya transit, serta melalui proses verifikasi ketat oleh militer.

Sebagai langkah antisipasi, Korps Garda Revolusi Islam juga sempat merilis jalur alternatif bagi kapal tanker melalui sekitar Pulau Larak untuk menghindari potensi bahaya, termasuk dugaan ranjau di jalur utama.

“Mengingat kemungkinan adanya beragai ranjau anti kapal di jalur pelayaran utama Selat Hormuz, dengan ini kami memberitahukan kepada semua kapal yang bermaksud melewati Selat Hormuz sebagai berikut,” tulis IRGC, dilansir dari CNN Indonesia, Sabtu (11/4).

Baca juga: Iran Beri Sinyal Izinkan 2 Kapal Pertamina Lewati Selat Hormuz!

Namun, kejadian di Lebanon membuat kebijakan tersebut berubah cepat. Penutupan kembali Selat Hormuz kini menimbulkan kekhawatiran global, mengingat jalur ini merupakan salah satu urat nadi distribusi energi dunia.

Di tengah situasi ini, Iran juga mengisyaratkan bahwa kontrol atas Selat Hormuz tidak hanya berkaitan dengan keamanan, tetapi juga menjadi instrumen tekanan politik dalam menghadapi AS dan sekutunya.

Dengan kondisi yang terus memanas, masa depan gencatan senjata kini berada di ujung tanduk, sementara dunia bersiap menghadapi potensi gangguan pasokan energi dan lonjakan harga minyak.

(Tribunnews, CNN Indonesia)

[post-views]
Selaras