Jakarta, mu4.co.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai rencana pemerintah transisi ke energi bersih, usai Rapat Terbatas (Ratas) dengan Presiden Prabowo Subianto, Kamis (12/03/2026).
Bahlil mengatakan bahwa pemerintah akan menggantikan Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP/Geothermal). Menurutnya, rencana transisi ke energi bersih ini kemungkinan bisa dilaksanakan tak lama dari hari Lebaran.
“Karena kami sudah melakukan rapat perdana yang dihadiri 8 menteri, di ESDM, termasuk PLN. Terus saya melaporkan tentang langkah-langkah yang harus dilakukan. Mungkin pas Hari Raya ini sudah bisa action. Dan pertama kita akan selesaikan adalah diesel-diesel (PLTD) yang dari Solar, akan kita selesaikan semua dengan PLTS dan juga geothermal,” katanya.
Baca juga: Dua Kapal Berhasil Keluar dari Zona Konflik, Pertamina Pastikan Energi RI Aman
Meski demikian, Bahlil menerangkan PLTD itu tidak akan langsung dihentikan seketika, melainkan secara paralel menunggu penyelesaian dari pembangunan PLTS baru.
“Bangun dulu dong (PLTS), kalau di-stop, belum dibangun kan penggantinya tidak ada. Jadi paralel begitu dibangun, begitu sudah langsung COD (Commercial Operation Date), PLTD-nya dimatikan,” kata Bahlil.
Di samping itu, Bahlil juga akan melakukan revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2025-2034. Semua langkah itu pun dilakukan untuk menjaga ketersediaan listrik jangka panjang di tengah konflik geopolitik yang memanas.
“Karena itu kita mengoptimalkan seluruh potensi kita yang ada dalam negeri, energi-energi yang bisa kita konversi dari fosil untuk kita bisa lakukan seperti ini,” pungkas Bahlil.
(cnbcindonesia.com)













