Banjarbaru, mu4.co.id – Pemerintah Kota Banjarbaru terus mematangkan pengembangan kawasan Aero City sebagai pusat ekonomi baru berbasis bandara. Proyek kini masuk tahap lanjutan, mencakup perencanaan dan pengendalian tata ruang.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Banjarbaru, Rahmah Khairita, menyebut kawasan ini telah ditopang dokumen perencanaan lengkap, mulai dari masterplan, Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), hingga peraturan zonasi yang tengah difinalkan.
“Dokumen-dokumen ini menjadi dasar pengaturan pemanfaatan ruang dan pelaksanaan pembangunan kawasan, sehingga pengembangan tidak berjalan tanpa arah,” ungkap Rahmah Khairita dikutip dari Radar Banjarmasin, Selasa (17/2).
Rahmah menyebut pengembangan Aero City sudah memasuki tahap implementasi, ditandai dengan pembenahan infrastruktur, terutama jalan penunjang bandara dan koridor utama menuju kawasan tersebut. Peningkatan konektivitas menjadi fokus awal agar proyek berjalan nyata di lapangan.
Baca Juga: Rencana Pembangunan Stadion Internasional Dekat Bandara Syamsudin Noor. Apakah Aman?
Konsep yang diusung adalah airport city, yakni menjadikan bandara sebagai pusat aktivitas ekonomi terintegrasi, mencakup bisnis, logistik, industri, komersial, dan jasa.
Pemerintah juga menekankan aspek keberlanjutan dengan menjaga ketersediaan ruang terbuka hijau serta menyiapkan hunian terjangkau, termasuk bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Aero City tidak hanya sebagai kawasan ekonomi, tetapi sebagai ekosistem kota kreatif dan berdaya saing,” ujar Rahmah.
Pengembangan Aero City mencakup Kecamatan Landasan Ulin dan Liang Anggang seluas sekitar 7.216 hektare.
Landasan Ulin difokuskan sebagai gerbang kota dan pusat ekonomi karena dekat bandara, sedangkan Liang Anggang diarahkan sebagai kawasan baru dengan potensi logistik dan pergudangan. Pengembangannya dilakukan bertahap dan lintas sektor agar selaras dengan kesiapan infrastruktur dan investasi.
“Melalui proyek Aero City, Pemkot Banjarbaru berharap terbentuk pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu memperkuat peran kota sebagai simpul transportasi udara sekaligus motor penggerak investasi, industri, jasa, dan ekonomi kreatif,” jelasnya.
Kawasan ini diharapkan menjadi pendorong terciptanya lapangan kerja, peningkatan nilai tambah ekonomi daerah, serta penguatan daya saing Banjarbaru di tingkat regional maupun nasional.
(Radar Banjarmasin)














