IKN, mu4.co.id – Investor asal Dubai, Uni Emirat Arab (UAE), Ayedh Dejem Group melakukan investasi sebesar Rp4 triliun untuk Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Perusahaan konstruksi dan pengembangan ini akan berfokus pada pada infrastruktur dan real estat, akan membangun kawasan terpadu (mixed-use) di IKN.
Kesepakatan investasi tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama yang dilakukan oleh Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso dengan Chairman Ayedh Dejem Group, Syeikh Ayedh Dejem pada Jumat lalu (23/1/2026).
“Pertumbuhan yang signifikan dalam perekonomian Indonesia. Dan Insyaallah ekonomi (di IKN) tumbuh pesat, sehingga membutuhkan proyek yang besar untuk memenuhi kebutuhan,” ujar Syeikh Ayedh dilansir dari laman resmi OIKN, Kamis (29/1).
Baca juga: Prabowo Melakukan Peninjauan IKN Perdananya Sebagai Presiden. Ini Instruksinya!
Kerja sama tersebut mencakup pemanfaatan lahan seluas 9,7 hektare di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A, yang terletak di posisi strategis di samping Plaza Bhinneka Tunggal Ika. Ayedh Dejem Group akan mengembangkan kompleks perkantoran, area komersial, pusat perbelanjaan (shopping mall), serta fasilitas ibadah berupa masjid.
“Bidang kami adalah pengembang real estat. Melihat populasi dan ukuran negara Indonesia yang besar, serta posisi kami dari Dubai yang berada di antara 20 ekonomi terbesar dunia, kami sangat mengharapkan pertumbuhan yang signifikan di bidang pengembangan real estat di Nusantara,” ucap Syeikh Ayedh.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, menyambut positif tuntasnya kesepakatan lahan strategis tersebut. Ia juga menyampaikan estimasi nilai investasi tersebut mencapai Rp4 triliun dengan tahapan pra-konstruksi yang akan dilaksanakan.
Baca juga: SMA Taruna Nusantara IKN Hampir Rampung. Apa Saja Fasilitasnya? Kapan Mulai Beroperasi?
“Alhamdulillah pada hari ini, tanggal 23 Januari, OIKN bersama-sama Ayedh Dejem telah berhasil menandatangani perjanjian kesepakatan pengalokasian lahan di luasan sebesar 9,7 hektare,” jelasnya.
“Perkiraan nilai investasi sebesar kurang lebih Rp4 triliun yang akan diawali dengan perencanaan melalui pendetilan di perencanaan kemudian proses perizinan dan juga proses pelelangan kontraktor selama kurang lebih selambat-lambatnya satu setengah tahun sejak tanggal penandatangan perjanjian,” tambahnya.

Sesuai penjelasannya tersebut, konstruksi fisik akan segara dimulai pada pertengahan 2027 dan berkelanjutan hingga lima tahun ke depan. Realisasi investasi ini adalah buah dari proses panjang dan komitmen dari kedua belah pihak.
Sebelumnya, Ayedh Dejem Group telah melakukan kunjungan langsung ke lokasi pembangunan di IKN dan menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA) pada 8 Mei 2025 lalu.
(OIKN, CNBC Indonesia)











