Media Utama Terpercaya

15 Februari 2026, 07:46
Search

Siklon Tropis Bakung dan Bibit Siklon Tropis Mengintai Daerah Ini!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Perjalanan siklon tropis Bakung
Perjalanan siklon tropis Bakung. [Foto: BMKG]

Jakarta, mu4.co.id – Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta tetap peringatkan kehadiran siklon tropis Bakung dan bibit siklon tropis 93S di Samudra Hindia. Meskipun keduanya telah dianggap mereda, tetapi tetap setiap wilayah yang dilaluinya terdampak hujan sedang sampai lebat.

Siklon tropis Bakung tumbuh dari bibit siklon tropis 91S sejak 12 Desember 2025 pukul 19.00 WIB dan saat ini di sekitar Samudra Hindia sebelah barat daya Lampung. Kecepatan anginnya masih mencapai 50 knot (95 km/jam) dengan tekanan udara minimum 988 hPa menurun dibanding beberapa hari sebelumnya.

Kondisi ini akan segera mereda karena pergerakan siklon tropis bakung ke arah Timur menjauhi wilayah Indonesia dengan kecepatan anginnya cukup rendah dibanding siklon tropis Bakung yakni 20 knot (37 km/jam) dan memberikan dampak yang lebih luas.

Beberapa wilayah yang dilaluinya akan mendapatkan dampak baik itu hujan dengan intensitas lebat, angin kencang, hingga gelombang laut. Kedua siklus tersebut tidak memberikan dampak secara langsung terhadap cuaca ekstrem di wilayah Indonesia.

Baca juga: BMKG: La Nina Mengintai Jelang Nataru. Ini Daerah-Daerah Potensi Hujan Lebat!

Adapun dampak yang ditimbulkan kedua siklus tersebut sebagai berikut,

1. Siklon Tropis Bakung

  • Hujan dengan intensitas sedang sampai lebat disertai angin kencang kemungkinan terjadi di daerah Bengkulu dan Lampung,
  • Gelombang laut tinggi: 1,25-2,5 meter (Moderate Sea) terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Nias hingga Lampung.

2. Bibit Siklon Tropis 93S

  • Hujan dengan intensitas sedang sampai lebat terjadi di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
  • Angin Kencang kemungkinan terjadi di daerah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
  • Gelombang Laut Tinggi: 1,25-2,5 meter (Moderate Sea) terjadi di Selat Sunda bagian selatan, Samudera Hindia selatan Jawa Barat hingga Pulau Sumba, Perairan selatan Jawa Barat hingga Pulau Sumba, dan Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan.

Baca juga: BMKG Prediksi Hujan Ekstrem dan Pasang Tinggi, BPBD Ingatkan Risiko Banjir Besar di Banjarmasin

Sebelumnya, Direktor Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Andri Ramdhani mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terkait potensi cuaca ekstrem dan selalu memantau informasi terkini BMKG serta arahan BPBD termasuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.

“Masyarakat diharapkan memantau informasi melalui situs resmi http://www.bmkg.go.id, akun media sosial @infoBMKG, aplikasi InfoBMKG, website TCWC Jakarta (tropicalcyclone.bmkg.go.id), dan call center 196 untuk menghindari kesalahan informasi serta potensi tindakan yang tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya,” ujar Andri dilansir dari laman resmi BMKG, Rabu (17/12).

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani juga menyampaikan hal yang sama untuk bersiaga menghadapi cuaca ekstrem dengan menerapkan prinsip early warning, melahirkan early action, agar menuju zero victim. Masyarakat diminta untuk menghadapi secara tenang, saling membantu dan mengingatkan.

“Kami akan terus memonitor secara realtime perkembangan Siklon Tropis Bakung dan bibit 93S melalui Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta dan akan melaporkan secepatnya jika ada perubahan yang signifikan,” ujarnya.

(BMKG, detik)

[post-views]
Selaras