Media Utama Terpercaya

2 April 2026, 19:46
Search

1 TB Data Rahasia iPhone Bocor Oleh Hacker. Ini Akibatnya!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Data sensitif Apple bocor
Data sensitif Apple bocor ke tangan peretas. [Foto: AI/mu4.co.id]

China, mu4.co.id – Hal yang mengejutkan terjadi di industri teknologi global, lebih dari 1 terabita (TB) data sensitif milik Apple dilaporkan bocor ke tangan peretas. Hal ini merusak reputasi perusahaan raksasa Cupertino tersebut yang sebelumnya paling obsesi dalam menjaga kerahasiaan produknya.

Kebocoran ini terjadi tidak secara langsung lewat perusahaan Apple, tetapi melalui salah satu mata rantai terpenting dalam pemasok mereka yakni Luxshare Precision Industry Co., Ltd. Perusahaan asal China tersebut merupakan mitra utama yang merakit produk-produk andalan Apple seperti iPhone Apple Watch, AirPods, hingga perangkat komputasi spasial teranyar, Apple Vision Pro.

Awalnya serangan siber ini terdeteksi pertama kali pada Desember 2025, yang mana kelompok peretas ransomware tersebut menamakan diri mereka RansomHub dan mengaku akan bertanggung jawab atas serangan ini. Kemudian skala kerusakan dan identitas korban baru teridentifikasi secara luas pada awal Februari 2026.

Dalam pernyataannya di dark web, RansomHub menyatakan berhasil mencuri arsip data dan mengenkripsi sistem internal Luxshare sebelum terkunci. Mereka juga menargetkan dokumen sensitif milik klien besar Luxshare lainnya seperti Nvidia, LG, dan Tesla.

Baca juga: Hebat! Mahasiswa UMS Unjuk Inovasi Keamanan Siber Global, Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia di Konferensi Black Hat Dunia

Dilansir dari teknologi.id, Jum’at (6/2), File yang dicuri RansomHub mencakup proyek dari tahun 2019 hingga 2025, jadi mencakup produk yang sudah beredar maupun produk masa depan yang belum rilis. Rincian data yang terekspos meliputi:

1. Cetak Biru Desain (CAD Files): Peretas memiliki akses ke file model 3D (.prt, .x_t) dan gambar teknis 2D (.dwg, .dxf) yang memberikan detail dimensi dan material komponen seperti sasis iPhone.

2. Skema Elektronik (Gerber Files & PCB Layouts): ini adalah otaknya suatu perangkat yang menunjukkan bagaimana prosesor, memori, dan sensor saling terhubung. Dan ini yang dipakai untuk membuat barang tiruan bahkan untuk menyaingi teknologi Apple sendiri.

3. Dokumen Manufaktur & Logistik yang berisi standar prosedur perbaikan, instruksi perakitan, hingga alur logistik rantai pasok.

4. Data Pribadi Karyawan.

Baca juga: Data Kementerian ESDM Disusupi Hacker. Ini Akibatnya!

Kebocoran data tersebut memiliki implikasi jangka panjang seperti ancaman maraknya barang tiruan yang nyaris sempurna, bahkan sebelum produk aslinya rilis. Ada juga ancaman eksploitasi keamanan serta bisa berakibat gangguan jadwal rilis produk, misalnya desain produk masa depan (misalnya iPhone 18 atau Vision Pro Generasi 2) terekspos secara signifikan, jadinya Apple harus melakukan perubahan yang mengejutkan yang berpotensi penundaan jadwal peluncuran.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Apple maupun Luxshare terkait hal ini. Dalam penanganan krisis ransomware, negosiasi sering terjadi di belakang layar sehingga tidak memberikan panggung kepada pelaku kejahatan siber tersebut.

Bagi para pengamat industri, kejadian ini mengingatkan bahwa sekuat apa pun keamanan internal Apple di kantor pusatnya di California, data mereka tetap rentan ketika dibagikan ke pemasok global yang luas. Kini keamanan rantai pasok menjadi titik lemah yang nyata dalam ekosistem teknologi modern.

(Teknologi)

[post-views]
Selaras