Banjarmasin, mu4.co.id – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Banjarmasin menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Rumah Ibadah Ramah Anak (Pengembangan Masjid Ramah Anak), yang berlangsung di Masjid Muhammadiyah Al Jihad Banjarmasin, Sabtu (18/10/2025) pagi.
Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdako Banjarmasin, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Banjarmasin, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Banjarmasin, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang Aisyiyah Muhammadiyah (PCA) Banjarmasin 4, Camat Banjarmasin Tengah, Lurah Kertak Baru Ulu, Pengurus Masjid Al Jihad Banjarmasin, Ketua RT 08 Kel. Kertak Baru Ulu, hingga Forum Anak Kota Banjarmasin.
Diketahui, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka pelaksanaan sub kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Pelembagaan Pemenuhan Hak Anak Kewenangan Kota, serta sebagai upaya mewujudkan Kota Banjarmasin sebagai Kota Layak Anak seperti yang diamanatkan pada UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Perpres No. 25 Tahun 2021 tentang Kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak.
Kepala DPPPA Kota Banjarmasin, Dr. H. M. Ramadhan, SE., ME.Ak, menyampaikan bahwa dimanapun tempat beraktivitas selalu jadikan ramah anak. Ia juga mengungkapkan bahwa Program masjid ramah anak hadir sebagai jawaban stigma di masyarakat mengenai anak-anak yang dilarang untuk beraktivitas di Masjid.
“Dan program ini bertujuan untuk mewujudkan, masjid sebagai ruang publik yang inklusif dan eksekutif bagi anak-anak, memastikan setiap anak merasa diterima dan dihargai di dalam masjid, menyediakan fasilitas dan kegiatan yang sesuai dengan keperluan anak, seperti ruang bermain, pojok baca, atau kegiatan edukasi agama. Kemudian menciptakan suasana yang aman, nyaman, sehingga anak-anak dapat belajar, bermain, berinteraksi, tanpa rasa takut dan cemas,” jelasnya dalam sambutannya.
“Mari kita jadikan masjid sebagai tempat yang menyenangkan bagi anak-anak. Untuk mengenal, mencintai agamanya. Masjid yang ramah anak bukan berarti gaduh, melainkan masjid yang memiliki keseimbangan antara ketenangan ibadah dan keceriaan,” sambung Ramadhan.
Sementara itu, mewakili Pengurus Masjid Al Jihad, Budi Adiyani, S.E., S.IP menyampaikan materi pertama mengenai Program dan Fasilitas Ramah Anak di Masjid Al Jihad, diantaranya yaitu:
Pojok Bermain, Perpustakaan buku bacaan khusus anak yang berkerjasama dengan perpustakaan nasional RI, Pelatihan motivasi pemberdayaan anak muda di masjid, Gerakan remaja cinta masjid, cinta Al Qur’an dan cinta tahajud yang disaksikan langsung oleh Ustaz Adi Hidayat, wadah berkumpul anak muda “Angkatan Muda Masjid Al Jihad (AMMA)”, Iktikaf di masjid bulan Ramadhan khusus anak muda, Pesantren Ramadhan, Melibatkan anak muda sebagai panitia dalam penyelenggaraan hewan kurban, Akses internet gratis di dalam ruang masjid yang bekerjasama dengan Diskominfo Kalsel, Program podcast yang dikelola oleh anak-anak muda, Program rumah tahfiz Al Qur’an gratis, Ruang konsultasi gratis, Bekerjasama dengan DPPPA Kota Banjarmasin untuk mewujudkan Masjid Ramah Anak, Dojo Inkai (tempat latihan karate), dan Kajian parenting.
Selain ramah untuk anak, Masjid Al Jihad juga ramah terhadap lansia dan disabilitas, salah satunya dengan menyediakan eskalator untuk memudahkan para lansia, jalur kursi roda, dan toilet khusus disabilitas, serta inovasi terbaru yakni kursi shalat yang khusus didesain untuk memudahkan kaum disabilitas dan lansia shalat di masjid.
“Alhamdulillah kami di Masjid Al Jihad sudah berusaha untuk menjadi daya tarik bagi anak muda supaya bisa hadir ke masjid. Dan alhamdulillah dari semua fasilitas yang telah disiapkan oleh Masjid Al Jihad mendapat penilaian pada tahun lalu, yakni dinobatkan menjadi masjid unggulan percontohan nasional oleh Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, karena mereka menilai Masjid Al Jihad sangat peduli terhadap anak, lansia, dan disabilitas,” ungkapnya.
Kemudian, materi kedua tentang Pengembangan Masjid Ramah Anak yang disampaikan oleh Wakil Sekretaris I Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Banjarmasin, Arbain Yusran, S.Ag, M.Pd.I. Dirinya menyampaikan bahwa masjid ramah anak merupakan salah satu dari program nasional dari DMI.
“Dan ini bertujuan yang sama dengan apa yang digagas oleh pemerintah Kota Banjarmasin melalui DPPPA Kota Banjarmasin. Sehingga, kemudian kita melakukan kerjasama dalam hal pensosialisasian dalam program ini,” ujarnya.
Adapun materi terakhir yang disampaikan oleh Kepala Bagian Kesra Setdako Banjarmasin, Juli Khair, S.Sos. I., M. SI mengenai Peran Pemerintah Kota Banjarmasin dalam Pengembangan Masjid Ramah Anak.
“Alhamdulillah pemerintah daerah melalui DPPPA Kota Banjarmasin itu sebenarnya telah berkomitmen untuk melaksanakan program dari masjid ramah anak ini, walaupun dengan keterbatasan anggaran, sehingga tidak semua masjid yang bisa dilaksanakan sosialisasi seperti ini,” ungkap Juli Khair.
“Ketika anak-anak sudah merasa nyaman di dalam masjid, itu adalah nilai yang tidak bisa kita berikan dengan nilai material. Karena anak-anak akan menjadi cikal bakal jemaah selanjutnya yang akan berada dalam masjid,” pungkasnya.













