Jakarta, mu4.co.id – Kekhawatiran terhadap Virus Nipah meningkat di Asia Tenggara setelah muncul laporan kasus di India, khususnya di West Bengal. Virus yang ditularkan oleh kelelawar buah ini berbahaya karena belum ada obat atau vaksin khusus.
Thailand kini berada dalam status risiko tinggi wabah virus Nipah dan menerapkan pengawasan ekstra bagi turis dari India serta negara berisiko, termasuk skrining ketat di bandara.
Baca Juga: Kalsel Jadi Terbanyak Ke-2 Kasus Super Flu, Apa Saja Gejalanya?
Virus Nipah dapat menular dari kelelawar ke manusia melalui buah atau jus yang terkontaminasi, lalu menyebar antarmanusia. Karena itu, upaya pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menekan risiko penularan.
Dilansir dari Halodoc pada Rabu (29/1), berikut tanda-tanda infeksi virus nipah, antara lain:
Gejala awal: Demam, sakit kepala, nyeri otot (mialgia), muntah, dan sakit tenggorokan.
Masalah pernapasan: Batuk, sulit bernapas, dan pneumonia (radang paru-paru) atipikal.
Ensefalitis: Peradangan otak yang dapat menyebabkan kebingungan, disorientasi, kejang, penurunan kesadaran, hingga koma dalam waktu 24-48 jam.
Baca Juga: Banjarmasin Catat Kasus HIV Tertinggi di Kalsel. Ini Datanya!
Berikut langkah pencegahan Virus Nipah yang perlu diperhatikan, khususnya bagi warga atau turis di wilayah berisiko, sebagai berikut.
- Gunakan pakaian pelindung, masker, dan sarung tangan saat menangani hewan sakit atau saat penyembelihan untuk mengurangi risiko penularan virus dari hewan ke manusia.
- Virus Nipah berasal dari hewan, terutama kelelawar buah. Karena itu, pastikan buah dicuci bersih dengan air mengalir sebelum dikonsumsi untuk mencegah kontaminasi virus.
- Hindari memakan buah yang rusak atau memiliki bekas gigitan kelelawar. Sebaiknya buah seperti itu langsung dibuang untuk mencegah risiko penularan Virus Nipah.
- Hindari kontak dengan orang terinfeksi
di wilayah terdampak, hindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi atau dicurigai terinfeksi, karena Virus Nipah juga bisa menular antarmanusia.
Karena belum ada obat dan vaksin khusus, kewaspadaan serta penerapan pola hidup bersih dan aman menjadi kunci pencegahan penyebaran virus.
(MetroTV, Halodoc)














