Media Utama Terpercaya

30 November 2025, 04:47
Search

Waspada! Kasus ISPA Naik di Banjarmasin. Ini Kelompok yang Rentan!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
ISPA
Ilustrasi ISPA. [Foto: Lifepack.id]

Banjarmasin, mu4.co.id – Jumlah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Banjarmasin tercatat mengalami peningkatan dan penurunan dalam beberapa pekan terakhir.

Tercatat, pada pekan ke-33 terdapat 947 kasus ISPA, kemudian turun menjadi 878 kasus di pekan ke-34, namun melonjak ke 1.168 kasus di pekan ke-35, sebelum turun lagi menjadi 1.016 kasus di pekan ke-36. 

Direktur RSUD Sultan Suriansyah, dr Syaukani, menyebut ruang rawat anak dengan 21 bed kini penuh karena tingginya kasus ISPA.

Baca Juga: Program MBG di Bandung Diperluas Untuk Ibu Hamil dan Menyusui. Sudah Ada Korban Ibu Hamil yang Keracunan?

“Itu belum termasuk ruang VIP dan kelas 1 utama yang juga bisa digunakan untuk pasien anak,” ujar dr Syaukani dikutip dari Banjarmasin Post, Rabu (1/10).

RSUD Sultan Suriansyah sendiri sudah memiliki 183 tempat tidur pasien. Meski ruang anak penuh, Syaukani memastikan pasien tetap bisa dilayani, dan jika kapasitas tidak mencukupi akan dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.

Ia menjelaskan, ISPA umumnya disebabkan virus yang mudah menular dan bisa sembuh sendiri. Namun, jika imun menurun, gejalanya dapat memburuk hingga butuh perawatan intensif. Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh lewat istirahat cukup dan asupan bergizi.

“ISPA paling sering menyerang anak-anak usia sekolah, jadi orang tua perlu lebih waspada,” imbaunya. 

Sementara itu, ISPA masih menjadi penyakit dengan kasus terbanyak di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Laporan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) minggu ke-37 mencatat 129 kasus dari puskesmas dan rumah sakit wilayah tersebut.

Baca Juga: Tahun Depan Iuran BPJS Kesehatan Naik. Berapa?

Kepala Dinas Kesehatan HST, dr. Desfi, menegaskan meski belum berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB), ISPA tetap harus diwaspadai.

“ISPA mendominasi laporan SKDR minggu ini. Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat agar angka kasus tidak semakin meningkat,” ucap dr. Desfi.

Selain itu, Kabid Pelayanan RSUD H. Damanhuri Barabai, dr. Era, menyebut selama September, tercatat 27 pasien rawat inap dan 255 pasien rawat jalan. Mayoritas pasien adalah anak usia 0–17 tahun, menunjukkan kelompok ini paling rentan terhadap ISPA.

“Pasien ISPA terbanyak adalah anak-anak. Kami juga terus melakukan pemantauan ketat agar tidak terjadi komplikasi,” ujar dr. Era.

(Banjarmasin Post)

[post-views]
Selaras