Media Utama Terpercaya

13 Januari 2026, 08:14
Search

Wanita 92 Tahun Asal Belgia Masuk Islam Setelah Terinspirasi Tetangganya yang Muslim, Begini Kisahnya!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Georgette Lepaulle masuk islam
Kisah Seorang wanita 92 Tahun Asal Belgia Masuk Islam Setelah Terinspirasi Tetangganya yang Muslim [Foto: alwatanvoice.com]

Belgia, mu4.co.id – Georgette Lepaulle (92) wanita asal Berchem, Belgia masuk islam atau menjadi mualaf tertua di dunia setelah tersentuh oleh akhlak Muhammad, tetangganya yang muslim lebih dari 40 tahun.

Kisah tersebut berawal saat keluarga Georgette yang akan memasukkannya ke panti jompo, namun Muhammad menghalang-halangi niatan itu. Ia mengajak Georgette untuk tinggal bersama keluarganya karena keluarga Muhammad telah mengenalnya sejak lama.

Sejak tinggal bersama keluarga Muhammad, Georgette mulai tertarik dengan Islam. Ia melihat mereka sholat berjama’ah, saling berkasih-sayang, dan saling berbagi. Dirinya melihat makna “keluarga” yang begitu indah dalam keluarga Muhammad.

Kisah berlanjut ketika musim panas tahun lalu, Georgette ikut dengan Muhammad untuk mengunjungi keluarganya di Maroko, yang bertepatan dengan bulan Ramadhan, bulan puasa bagi umat Islam. Puasa bukanlah hal yang asing bagi Georgette yang dulunya beragama Katolik, yang sering berpuasa menjelang hari Paskah. Namun, puasa yang dilakukan umat Islam, menurutnya berbeda.

“Saya sadar, mengapa baru sekarang saya merasakan pengalaman ini, saya mulai percaya dengan sesuatu yang lebih tinggi dari semuanya, merasakan hubungan dengan Allah,” katanya.

Baca juga: Betah, Cristiano Ronaldo Ingin Tinggal Selamanya di Arab Saudi. Akankah Jadi Mualaf?

Di sanalah Georgette mengucapkan dua kalimat syahadat, puluhan Muslimah pun yang datang menyaksikan dan memberikan Georgette ciuman. Ia merasa terharu karena mereka semua menganggapnya sebagai saudara. “Saya belum pernah menerima ciuman sebanyak itu sepanjang hidup saya,” katanya.

Ketika kembali di Belgia, Georgette diantar untuk mengurus sertifikat keislamannya di masjid besar setempat, dengan menyandang nama Muslim baru “Noor” (Cahaya). Kemudian, masjid tersebut melaporkannya ke masjid di Makkah.

Hal yang menariknya adalah berdasarkan data di Makkah belum ada mualaf yang lebih tua dari usia Georgette saat itu, yakni 91 tahun. Kabar itupun ditanggapi oleh Kerajaan Saudi dengan memberikan apresiasi, diberikan undangan khusus untuk naik haji tahun berikutnya, dan sebuah jam tangan emas.

Meski masuk Islam dalam usia yang sangat tua, sejak masuk Islam, ia mantap meninggalkan kebiasaannya selama ini yang dilarang oleh Islam, seperti menenggak minuman keras, merokok, mengonsumsi daging babi, dll.

Diketahui, Georgette bekerja sebagai seorang pembantu di sebuah keluarga Yahudi. Sebelumnya ia memeluk Katolik. Ia pernah dibaptis, menimba ilmu di sekolah biarawati, menikah di gereja hingga dua kali, dua suaminya yang telah meninggal pun dimakamkan dengan tata cara gereja setempat.
(portal-islam.id)

[post-views]
Selaras