Media Utama Terpercaya

14 Februari 2026, 13:31
Search

Ustaz Jamaludin Isi Kajian Khusus Masjid Al Jihad Banjarmasin: Ajak Jemaah Rutin Bawa Anak dan Cucu ke Masjid

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Ustaz H. M. Jamaludin Ahmad, S.Psi.,
Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat [PP] Muhammadiyah, Ustaz H. M. Jamaludin Ahmad, S.Psi., Psikolog, [Foto: tangkapan layar]

Banjarmasin, mu4.co.id – Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ustaz H. M. Jamaludin Ahmad, S.Psi., Psikolog, mengisi kajian khusus pada ba’da shubuh, Sabtu (15/11), di Masjid Al Jihad Banjarmasin.

Dalam ceramahnya, Ustaz Jamaludin menyampaikan keprihatinan sekaligus seruan penting mengenai kebiasaan membawa anak ke masjid, khususnya pada waktu shubuh.

“Dari hasil pengamatan saya dari Aceh sampai ke Papua, terakhir ke Sorong, itu 99,9 persen orang yang salat shubuh berjamaah tidak punya anak dan keturunan,” ujarnya.

“Bukan tidak punya anak sungguhan, tapi lupa mengajak mereka. Begitu pulang ke rumah baru sadar, ‘loh, saya ternyata punya anak dan cucu’,” lanjutnya.

Baca Juga: Abdul Mu’ti Isi Kajian Umum di Masjid Al Jihad Banjarmasin hingga Keliling Expo CRM Award VI

Ustaz Jamaludin mengingatkan bahwa keluarga adalah amanah yang harus dibimbing dalam iman. Ia mengutip pandangan Abdul Mu’ti tentang kemungkinan “reuni di surga”, yang menurutnya juga berlaku dalam konteks keluarga.

“Saran agar bisa berkumpul di surga itu satu saja, sama-sama beriman. Mengenali Islam, memaknai Islam, dan mempraktikkan ajaran agama bersama keluarga,” jelas Ustaz Jamaludin.

Ia kemudian menekankan bahwa salah satu indikator masjid ideal menurut LPCR adalah masjid ramah anak. Ia mengingatkan bahwa kekhawatiran tentang masjid yang sepi dari anak-anak harus menjadi peringatan bagi umat.

Suasana kajian khusus ba’da shubuh di Masjid Al Jihad. [Foto: AMMA]

“Kalau masjid-masjid sudah sepi dari anak-anak di antara shaf-shafnya, maka khawatirlah, masa depan Islam selesai,” ujarnya. 

Karena itu ia mengajak jemaah untuk membiasakan membawa putra-putrinya ke masjid, “Mumpung kita masih dikasih jatah hidup” tutur Ustaz Jamaludin.

Ustaz Jamaludin juga menyebut bahwa tugas utama manusia di dunia adalah beribadah kepada Allah. Ia menegaskan bahwa profesi duniawi tidak boleh menggeser keutamaan hidup seorang muslim. Karena itu, ia mengingatkan agar umat menempatkan salat sebagai prioritas.

Ustaz Jamaludin menegaskan bahwa salat berjamaah lima waktu yang paling utama adalah di masjid, termasuk bagi perempuan. 

Baca Juga: Kajian Subuh Al Jihad: Ustadz Fathurrahman Kamal Ajak Jamaah Syukuri Nikmat Ber-Muhammadiyah

Ia merujuk keputusan tarjih Muhammadiyah yang telah mengkaji seluruh hadis terkait keutamaan jemaah bagi wanita.

“Kesimpulannya jelas, wanita dianjurkan memakmurkan masjid dengan salat berjamaah lima waktu, menuntut ilmu, dan sebagainya,” jelasnya. 

Ia mengimbau agar perbedaan pandangan di masyarakat tidak membuat perempuan ragu untuk hadir di masjid.

Ustaz Jamaludin kemudian mengingatkan bahwa memakmurkan masjid bukan hanya tugas takmir, tetapi seluruh jemaah.

“Kita semua pemakmur masjid. ‘Innama ya’muru masajidallah man amana billahi wal yaumil akhir’ Jadi siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dialah yang memakmurkan masjid” ucap Ustaz Jamaludin.

[post-views]
Selaras