Media Utama Terpercaya

10 April 2026, 17:50
Search

ULM Banjarmasin Canangkan Gerakan “Sampah Kampus Selesai di Kampus.” Menteri LH Beri Apresiasi Tinggi!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Menteri LH
Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, melakukan kunjungan ke ULM Banjarmasin [Foto: kalselprov.go.id]

Banjarmasin, mu4.co.id – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin mencanangkan Gerakan pemilahan sampah yang dinamakan “Sampah Kampus Selesai di Kampus” (SKSD).

Gerakan yang diinisiasi oleh rektor ULM Banjarmasin, Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri ini sekaligus menjawab tantangan persoalan sampah di tanah air yang saat ini semakin krusial.

Ia menuturkan pihak ULM akan terus mengupayakan berbagai inovasi dan penyediaan fasilitas penunjang yang memadai.

“Universitas Lambung Mangkurat berkomitmen penuh untuk mewujudkan ekosistem kampus yang bersih melalui gerakan ‘Sampah Kampus Selesai di Kampus,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Baca juga: Jalin Kerja Sama, Rektor ULM Tandatangani MoU Bersama Kemlu RI

Hal ini dilakukan guna memastikan proses pengelolaan sampah dari hulu ke hilir dapat berjalan optimal di dalam lingkungan universitas.

“Kami akan terus mengupayakan inovasi dan penyediaan fasilitas yang memadai agar budaya memilah sampah ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan seluruh sivitas akademika ULM,” tuturnya.

Salah satu terobosan yang dilakukan ULM yakni pemanfaatan plastik residu dalam jumlah besar untuk memproduksi set kursi taman dan fasilitas sanitasi.

Sebagai contoh satu unit set kursi taman berukuran 150 cm diolah dari limbah sekitar 250 kilogram residu plastik.

Selain itu terdapat produk toilet portabel, di mana satu unitnya membutuhkan 350 kg sampah plastik.

Baca juga: Enggang, Mobil Listrik Ciptaan ULM Untuk Lingkungan Kampus!

Keberhasilan mengubah ratusan kilogram limbah menjadi satu produk yang bermanfaat ini menjadi bukti nyata bahwa dengan kreativitas dan teknologi, masalah sampah plastik dapat diubah menjadi peluang ekonomi yang menjanjikan.

Sementara itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ULM, Prof. Sunardi, S.Si., M.Sc., Ph.D., mengungkapkan hal ini merupakan bagian dari visi besar ULM untuk memastikan pengelolaan sampah tuntas di dalam lingkungan kampus.

Menyikapi terobosan besar ini, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq memberikan apresiasi tinggi kepada Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

“Pilah sampah merupakan program kerja nasional Kementerian Lingkungan Hidup. Karena demikian pentingnya, maka ini harus diinisiasi oleh semua pihak, tidak terkecuali kampus sebagai pusat sivitas akademika,” kata Menteri Hanif usai meninjau peralatan teknologi daur ulang sampah di kampus Fakultas Teknik ULM Banjarmasin.

Menteri LH meyakini ULM mampu menjadi salah satu pionir penanganan lingkungan hidup di Indonesia.

[post-views]
Selaras