Venezuela, mu4.co.id – Amerika Serikat melakukan serangan besar-besaran terhadap Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro. Hal ini dilakukan tanpa kongres.
Sebelumnya, pada November lalu, Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles mengatakan bahwa serangan darat yang dilakukan ke Venezuela harus memerlukan kongres. Pejabat pemerintah Trump juga sempat mengatakan hal yang sama bahwa mereka tidak memeiliki dasar hukum untuk menyerang Venezuela.
Namun, saat ini serangan besar-besaran tersebut terjadi. Trump sendiri mengklaim bahwa dirinya tidak memerlukan persutujuan kongres. Tampaknya, pergerakan militer AS saat ini hanya terbatas pada penggulingan Maduro saja karena pemerintahan Trump masih mencari pendapat hukum baru dari Departemen Kehakiman untuk serangan semacam itu.
Baca juga: Di Balik Penangkapan Presiden Venezuela, Negara dengan Cadangan Minyak Terbesar Dunia!
Dalam konferensi pers pada Sabtu (3/1), Trump mengatakan tidak hanya menangkap Maduro saja tetapi juga akan mengambil alih dan mengelola minyak Venezuela. Serangan yang tanpa dasar hukum dan dipertanyakan negara lain seperti ini sudah sering terjadi di sejarah AS.
Penjelasan lengkap tentang alasan AS melakukan penyerangan ini belum diterbitkan, sehingga menimbulkan tanda tanya publik. Bahkan, nampaknya kongres pun belum diberitahu tentang ini, padahal itu merupakan syarat minimal dalam situasi seperti ini.
Senator Partai Republik Mike Lee dari Utah mengatakan Menteri Luar Negeri Marco Rubio memberi tahu dirinya bahwa serangan tersebut dilakukan untuk melindungi dan membela mereka yang melakukan surat perintah penangkapan terhadap Maduro.
“Tindakan ini kemungkinan masuk dalam wewenang inheren presiden berdasarkan Pasal II Konstitusi untuk melindungi personel AS dari serangan yang sebenarnya atau yang akan segera terjadi,” ujar Lee, dilansir dari CNN Indonesia, Selasa (6/1).
Baca juga: Trump Minta Bantuan Pasukan Indonesia Untuk Lucuti Senjata Hamas. Bagaimana Tanggapan Indonesia?
Awalnya, Trump melancarkan serangan tersebut hanya untuk para pengedar narkoba. Kemudian pemerintah AS menyarankan serangan tersebut perlu dilakukan karena Venezuela mengirim orang-orang jahat ke AS.
“Dan pesan penting untuk semua yang mengatakan ini ‘ilegal’, Maduro memiliki beberapa dakwaan di AS atas terorisme narkoba,” kata Vance selaku Wakil Presiden JD.
Meski serangan tersebut dianggap fokus pada penegakan hukum saja, tetapi Trump dalam konferensi pers mengatakan bahwa akan ikut mengelola Venezuela setidaknya untuk sementara waktu. Ia juga berulang kali menyebut tentang minyak di negara tersebut.
“Kami akan membangun kembali infrastruktur minyak,” ucap Trump.
(CNN Indonesia)















