Media Utama Terpercaya

29 November 2025, 17:44
Search

Tolak Pengesahan KUHAP, Mahasiswa Demo di Gedung DPRD Kalsel Berujung Ricuh Karena Hal Ini!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Demo
Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan melakukan aksi unjuk rasa. [Foto: Humas DPRD Kalsel]

Banjarmasin, mu4.co.id – Ratusan mahasiswa beserta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan melakukan aksi unjuk rasa untuk menolak pengesahan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalsel pada Senin (24/11).

Aksi unjuk rasa ini sempat ricuh, mahasiswa berusaha mendobrak gerbang kantor DPRD Kalsel yang dijaga ketat oleh kepolisian. Hal ini dipicu oleh kepergian Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, yang pergi meninggalkan para demonstran. Ia pergi menggunakan mobil hitam dan menggati pelat mobilnya dengan pelat sipil.

Sebelumnya, Supian sempat menampung aspirasi perwakilan mahasiswa dan mengajak mereka berdiskusi di dalam gedung DPRD hingga pukul 17.00 WITA. Namun, sebelum waktu itu berakhir, ia memilih meninggalkan lokasi.

Baca Juga: Antrean Panjang Pertamax di SPBU Banjarmasin. Ini Tanggapan Pertamina!

“Adek-adek kita berdiskusi di dalam, tetapi hanya perwakilan. Ruangnya tidak memadai, karena ruangan hanya mampu untuk beberapa orang tetapi tidak bisa semuanya. Saya hanya bisa berdiskusi sampai pukul 17.00 WITA,” ujar Supian dihadapan massa aksi, dikutip dari detik kalimantan, Selasa (25/11).

Pada awalnya, Supian menyetujui rencana berdiskusi dengan para mahasiswa. Ia meminta beberapa perwakilan masuk untuk mengecek ruangan yang akan digunakan. Setibanya di lantai tiga, Supian kemudian mengarahkan mereka untuk melihat ruangan lain di lantai empat. Namun, ketika awak media menunggu di lantai empat, rombongan Supian dan mahasiswa tidak muncul.

Pernyataan dari salah satu massa aksi. [Foto: tangkapan layar Instagram @bemsekalsel]

Menurut laporan detikKalimantan yang saat itu turun ke lantai satu, mereka melihat mobil dinas Supian HK berpelat DA 3 sedang diganti dengan pelat sipil. Tak lama kemudian, Supian tampak keluar dan masuk ke mobil yang telah berganti pelat menjadi DA 1332 JA.

Selain unjuk rasa mengenai penolakan pengesahan KUHAP, diketahui mahasiswa juga menyampaikan penolakan atas wacana penetapan Taman Nasional Meratus dan terkait kelangkaan BBM jenis Pertamax pada sejumlah Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di kota/kabupaten se-Kalsel sejak beberapa hari terakhir ini.

(Antara, detik Kalimantan)

[post-views]
Selaras