Jakarta, mu4.co.id – Panglima TNI, Agus Subiyanto, sempat mengeluarkan perintah siaga tingkat 1 bagi seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan situasi global, terutama eskalasi konflik di Timur Tengah.
Kebijakan tersebut memicu protes dari Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan dan meminta Presiden RI dan DPR mencabut telegram perintah tersebut.
Hingga pada Kamis (12/3), Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Donny Pramono, menyatakan bahwa status siaga 1 bagi prajurit TNI saat ini sudah tidak lagi diberlakukan.
Baca Juga: Koalisi Sipil Desak Presiden Prabowo dan DPR Cabut Telegram Siaga 1 Agus Subiyanto!
“Jadi eskalasi diturunkan jadi siaga 3,” ungkap Donny saat ditemui di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) dikutip dari Kompas, Sabtu (14/3).
Menurutnya, siaga 1 merupakan tingkat kesiapsiagaan tertinggi yang menandakan seluruh unsur telah siap, mulai dari personel, perlengkapan, hingga alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Ia mencontohkan kesiapan tersebut sempat terlihat dari pengerahan perlengkapan dan alutsista dalam kegiatan di kawasan Monas beberapa waktu lalu. Donny juga menegaskan bahwa penerapan siaga 1 oleh Panglima TNI bukan sebagai respons langsung terhadap situasi di daerah.
Baca Juga: DPR Bakal Panggil Panglima TNI Terkait Status Siaga 1. Ini Alasannya!
“Kegiatan ini bukan terkait situasi darurat atau respons terhadap kondisi keamanan tertentu,” ujar Donny.
Donny menjelaskan bahwa status siaga 1 merupakan bagian dari pembinaan kesiapsiagaan internal dan prosedur rutin untuk menjaga profesionalisme serta kesiapan prajurit. Ia juga menyebut TNI tengah menyiapkan sejumlah agenda penting dalam waktu dekat, termasuk pengamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
“Jadi yang tadi saya sampaikan, ini adalah suatu kesiapsiagaan internal. Berupa pengecekan kesiapan personel dan materiil agar satuan selalu siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan,” tuturnya.
(Kompas)













