Jakarta, mu4.co.id – Jutaan pengguna Platform video pendek paling populer di dunia, TikTok di Amerika Serikat, tengah menghadapi masa-masa sulit. Aplikasi itu terus didera berbagai masalah teknis yang memengaruhi algoritma rekomendasi, jumlah penayangan (view counts), hingga fitur-fitur krusial lainnya.
Situasi itupun membuat kenyamanan pengguna terganggu secara signifikan. Pengguna bahkan mulai mengambil tindakan drastis dengan menghapus aplikasi tersebut. Berdasarkan laporan, terjadi lonjakan sebesar 150% dalam jumlah pencopotan pemasangan (uninstall) aplikasi TikTok di Amerika Serikat dibandingkan dengan tiga bulan terakhir.
Seorang analis dari Sensor Tower juga mengungkapkan meskipun pengguna aktif harian (DAU) TikTok di AS meningkat sekitar 2% dalam periode yang sama, angka tersebut cenderung datar jika dilihat secara mingguan (week-over-week).
Di tengah kekacauan tersebut, muncullah nama baru muncul ke permukaan dan mencuri perhatian publik, UpScrolled. Aplikasi itu tiba-tiba menunjukkan lonjakan minat yang luar biasa dalam beberapa hari terakhir, dan menempati posisi kesembilan sebagai aplikasi yang paling banyak diunduh di App Store AS dan menduduki peringkat kedua untuk kategori aplikasi sosial, tepat di bawah Threads milik Meta. Popularitasnya bahkan tidak hanya terbatas di Amerika tetapi berhasil menembus lima besar di toko aplikasi Inggris dan Australia.
Baca juga: Bukan Tiktok, Ini Aplikasi Medsos Terpopuler Januari 2024!
Menurut estimasi dari App Figures, UpScrolled mencatat total 41.000 unduhan antara hari Kamis (saat usaha patungan AS diresmikan) hingga Sabtu. Padahal, sebelum hari Kamis tersebut, aplikasi yang dirilis pertama kali pada Juni lalu itu rata-rata hanya diunduh kurang dari 500 kali sehari. Kini total unduhan telah mencapai sekitar 140.000 kali di gabungan toko aplikasi Apple dan Google.
Bahkan saking cepatnya pertumbuhan pengguna, server UpScrolled sempat kewalahan. Dalam sebuah cuitan pada Senin lalu, perusahaan meminta pengguna untuk bersabar.
“Baiklah, ini baru… Kalian datang begitu cepat hingga server kami menyerah. Frustrasi? Ya. Emosional? Juga ya. Kami adalah tim kecil yang membangun apa yang telah ditinggalkan oleh Big Tech,” tulis akun resmi UpScrolled.
Baca juga: Pembekuan Dicabut, TikTok Kembali Beroperasi Normal setelah Penuhi Kewajiban Data ke Komdigi
Lantas apa sebenarnya yang membuat UpScrolled begitu menarik?
Aplikasi UpScrolled dibuat oleh seorang teknolog Palestina-Yordania-Australia, Issam Hijazi yang memiliki tampilan sekilas mirip dengan Instagram, di mana pengguna dapat berbagi foto dan video pendek. Namun, perbedaan utamanya terletak pada filosofi penyajian konten.
Aplikasi ini secara default menggunakan umpan “mengikuti” (following feed) yang kronologis. Meskipun tetap ada fitur rekomendasi, pendekatan kronologis ini memberikan kontrol lebih kepada pengguna, sesuatu yang sering kali hilang di platform besar yang penuh dengan konten kurasi algoritma.
Diketahui, UpScrolled didanai secara pribadi oleh Issam Hijazi bersama sekelompok kecil investor individu yang berbagi misi dan nilai yang sama. Saat ini, aplikasi tersebut tidak memiliki iklan, meskipun perusahaan menyatakan “mungkin” akan ada iklan di masa depan. Transparansi dan model pendanaan itupun menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna yang khawatir datanya disalahgunakan atau aplikasi yang Jual Data ke pihak ketiga.
(telset.id)













