Lombok, mu4.co.id – Seorang nelayan bernama Ariyanto (38) menemukan benda mirip drone bawah laut diduga asal China yang mengapung di perairan Selat Utara Trawangan, sekitar 10 mil dari Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Temuan itu dilaporkan ke aparat dan diduga bagian dari sistem sensor bawah laut buatan perusahaan China, sementara Kadispenal Tunggul belum memberi tanggapan.
Benda tersebut kemudian dievakuasi ke Gili Trawangan, dipasangi garis polisi, dan diperiksa oleh Tim Detasemen Gegana Penjinak Bom dan Kimia, Biologi, Radioaktif (Jibom dan KBR).
“Hasilnya tidak ditemukannya bahan peledak dan radio aktif di dalam benda tersebut. Benda tersebut merupakan alat atau robot bawah air yang dikembangkan oleh CSIC (China Shipbuilding Industry Corporation),” demikian hasil dari laporan tersebut dikutip dari Republika, Jum’at (10/4).
Barang tersebut kemudian diserahkan dari Polsubsektor Gili Indah kepada Pangkalan TNI AL Mataram dan diangkut dengan truk dinas hingga tiba di Mako Lanal Mataram untuk diamankan.
Pada alat yang diduga perangkat observasi bawah laut itu ditemukan tulisan Mandarin “研制” (yán zhì) yang berarti “penelitian dan pengembangan” atau “dikembangkan oleh” dengan desain berisi kabel, sensor, serta palka yang menunjukkan fungsi penelitian oseanografi.
Pada perangkat tersebut ditemukan Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP), alat hidroakustik mirip sonar yang berfungsi mengukur kecepatan arus air pada kedalaman tertentu.
(Republika)











![Acara penandatanganan kerja sama pembangunan Instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik [PSEL]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_8574-300x200.jpeg)



