Jakarta, mu4.co.id – Danantara diminta untuk mendirikan perusahaan patungan atau joint venture, antara PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) dan Saudia Airlines.
Presiden Prabowo Subianto menilai, operasi GIAA selama ini terbilang kurang efisien, karena kembali ke Indonesia tanpa penumpang setelah mengantar jemaah haji. Oleh sebab itu, Prabowo memberi instruksi kepada Danantara untuk mendekati Saudia Airlines, agar bersedia mendirikan joint venture bersama GIAA.
“Ini kan tidak ekonomis, tidak masuk akal. Kenapa enggak kerja sama bikin satu anak perusahaan 50% Arab Saudi dan 50% Indonesia,” kata Prabowo, Rabu (08/04/2026).
Baca juga: Pemerintah Siapkan Rp1,77 Triliun untuk Biaya Pesawat Jemaah Haji, Darimana Sumbernya?
Untuk diketahui, GIAA mengangkut keberangkatan 90.933 jemaah haji asal Indonesia pada 2025, didukung dengan 14 armada pesawat berbadan besar. Seluruh jemaah itu terbagi dalam 246 kelompok terbang atau kloter, yang diberangkatkan dari tujuh embarakasi dari Aceh hingga Lombok.
Diberitakan sebelumnya, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menurunkan biaya haji sebesar Rp2 juta per penumpang, meskipun harga avtur mencatat lonjakan signifikan dalam sebulan terakhir.
(idnfinancials.com)












![Rapat persiapan Lomba Desain Motif Sasirangan [LDMS] 2026](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_8602-300x196.jpeg)