Banjarmasin, mu4.co.id – Pemerintah Kota Banjarmasin mulai mengeruk Sungai Gatot Subroto di Banjarmasin Timur sebagai upaya penanganan banjir permukiman.
Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR menyatakan, pengerukan sepanjang total 400 meter itu dilakukan untuk melancarkan aliran air menghadapi cuaca ekstrem.
“Ada dua sungai, masing-masing sekitar 200 meter di sisi kiri dan kanan, dengan estimasi waktu pengerjaan selama setengah bulan,” jelas Yamin saat meninjau normalisasi Sungai Gatot Subroto, dikutip dari Antara Kalsel, Senin (19/1).
Ia menjelaskan pengerukan dilakukan secara bertahap, masing-masing satu pekan di sisi kiri dan kanan sungai, sehingga akan rampung sekitar dua pekan kemudian.
Baca Juga: Banjir Rob Kembali Rendam Banjarmasin, Sampai Kapan BMKG Berlakukan Peringatan?
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin Suri Sudarmadiyah menambahkan, Sungai Gatot Subroto diprioritaskan karena lebarnya memungkinkan penggunaan alat berat berkapasitas besar.
“Sungai Gatot ini cukup lebar sehingga memudahkan manuver alat berat. Kami menggunakan excavator BC 200 yang memiliki jangkauan lebih besar dibandingkan alat-alat kecil,” ujar Suri.
Suri mengakui keberadaan anak-anak sungai kecil menjadi kendala karena tidak semuanya bisa dijangkau alat berat. Pemko Banjarmasin berencana menyiapkan kolam penampungan agar aliran sungai kecil tetap mengalir ke Sungai Gatot.
Sejak awal tahun, Banjarmasin kerap dilanda banjir, terutama di Banjarmasin Timur, akibat pasang tinggi dan kiriman air dari hulu. Lambatnya surut banjir dipicu pendangkalan sungai, sehingga pemerintah kota mempercepat normalisasi melalui pembersihan dan pengerukan.
(Antara Kalsel)











![Menteri Haji dan Umrah [Menhaj] RI Mochammad Irfan Yusuf](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/01/IMG_5750-1-300x169.jpeg)


