Madinah, mu4.co.id – Pangeran Salman bin Sultan selaku Gubernur Madinah membuka Kebun Al-Mustazill sebagai area pertama dalam peremian Taman Alsirah (Alsirah Gardens). Peresmian ini dilaporkan pada akhir November lalu oleh Saudi Press Agency (SPA).
Dalam peresmian tersebut, hadir Menteri Haji dan Umrah, Tawfiq Al-Rabiah dan Wali Kota Madinah sekaligus CEO Otoritas Pengembangan Wilayah Madinah, Fahad Albulihshi.
Proyek ini diluncurkan oleh QSAS, sebuah anak perusahaan dari Dana Investasi Publik (PIF) dengan program yang ditawarkan terkait pengalaman interaktif yang terinspirasi oleh biografi (Sirah) Nabi Muhammad SAW.
Baca juga: Madinah Jadi Kota Tersehat di Dunia oleh WHO Kedua Kalinya!
Kebun Al-Mustazill itu terletak di dekat Masjid Quba dengan area seluas 70.000 meter persegi dan mencakup tujuh zona pengayaan wawasan. Selama tur di kebun tersebut, Pengeran Salman meninjau komponen-komponen proyek.

“Merek budaya Alsirah menghubungkan masyarakat dengan akar sejarah mereka. Hubungan ini dibangun melalui pengalaman imersif yang memadukan pengetahuan dan inovasi,” ujar Yasser Al-Dawood selaku ketua QSAS, dilansir dari laman kabarsaudi.com, Sabtu (3/1).
Baca juga: Alternatif Baru, Berangkat Haji dan Umrah Bisa Dengan Kapal Pesiar!
Proyek ini menjadi landmark (identitas) untuk menarik pariwisata di Madinah karena akan menampilkan pengalaman budaya berdasarkan Sirah Nabawiyah, area anak-anak, zona perbelanjaan, dan penginapan pedesaan.
Diperkirakan investasi proyek ini mencapai SR500 juta (sekitar $133 juta atau Rp2,1 triliun). Setelah seluruh fase selesai, diharapakan dapat menarik sekitar 10 juta pengunjung setiap tahunnya, sesuai tujuan visi 2030 yang salah satunya adalah menjadikan Alsirah tujuan wisata global.
Al-Dawood menambahkan bahwa proyek ini menyoroti warisan kenabian dengan memposisikan Madinah sebagai destinasi utamanya dan menawarkan pengalaman budaya untuk memperdalam hubungan pengunjung dengan Sirah Nabi.
(kabarsaudi.com, saudinesia.id)















