Media Utama Terpercaya

17 April 2026, 22:24
Search

Tak Lagi Jadi Limbah! Kini Pertamina Mulai Jual Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Pertamina Mulai Jual Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat
Pertamina Mulai Jual Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbasis limbah minyak jelantah atau (Used Cooking Oil/UCO) kini mulai dijual sebagai bahan bakar penerbangan industri penerbangan.

Hal itu diungkapkan oleh Corporate Secretary Pertamina PT Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun. Ia menjelaskan bahwa Kilang Cilacap yang dikelola oleh Pertamina saat ini bisa memproduksi produk SAF dari UCO dalam skala komersial, untuk memenuhi permintaan pelanggan sebagai bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

“Pada bulan Maret 2026 ini, kilang Pertamina Patra Niaga merealisasikan produksi komersial PertaminaSAF guna memenuhi permintaan pelanggan,” ujarnya, Kamis (16/04/2026).

Baca juga: Tak Disangka! Minyak Jelantah MBG Tembus ke Singapore Airlines dengan Harga Dua Kali Lipat

Diketahui, sepanjang Maret 2026, perusahaan mencatat total produksi mencapai sekitar 45 ribu barel SAF yang telah memenuhi standar kualitas internasional dan berlanjut sebagai CORSIA Eligible Fuel (CEF), kemudian nanti akan diikirimkan kepada pelanggan melalui kapal (vessel) dari pelabuhan Kilang Cilacap ke Bandara Ngurah Rai dan Soekarno Hatta pada akhir Maret 2026.

Adapun proses produksinya sendiri dimulai dari penyediaan bahan baku minyak jelantah yang telah tersertifikasi International Sustainability Carbon Certification (ISCC), kemudian diolah di fasilitas Green Refinery Kilang Cilacap. Produk yang dihasilkan juga dipastikan memenuhi standar internasional Defence Standard (DEFSTAN) 91-091 untuk spesifikasi avtur serta ketentuan regulasi domestik.

“Produksi ini menjadi momentum penting yang meneguhkan komitmen Pertamina Patra Niaga sebagai pioneer produsen SAF di Indonesia dan Regional,” tambah Roberth.

Hal itupun menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk menjawab tantangan transisi energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional, serta bagian dari implementasi strategi bisnis perusahaan untuk mendukung transisi energi. Pertamina berupaya mendukung pencapaian target Net Zero Emission Indonesia pada tahun 2060.

“Ini juga sekaligus memperkuat posisi Pertamina dalam mendukung transisi energi nasional dan sesuai roadmap untuk menuju Net Zero Emission tahun 2060,” tandasnya.
(cnbcindonesia.com)

[post-views]
Selaras