Media Utama Terpercaya

16 Februari 2026, 19:41
Search

Solusi Ketahanan Pangan Nasional, BRIN Kembangkan Sorgum Pengganti Gandum!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
BRIN Kembangkan Sorgum Pengganti Gandum
BRIN Kembangkan Sorgum Pengganti Gandum [Foto: istockphoto]

Subang, mu4.co.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar Pelatihan Alih Teknologi Mi Bebas Gluten Berbasis Sorgum, bertempat di Kawasan Sains Muhammadi Siswosudarmo, Subang, Senin (19/01/2026).

Kegiatan tersebut diusung oleh Pusat Riset Teknologi Proses (PRTP), Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OREM) melibatkan periset lintas pusat riset dan organisasi riset, yakni PR Teknologi Proses, PR Teknologi Manufaktur Peralatan, dan PR Kimia Molekuler, serta menggandeng mitra industri BRIN, PT Sedana Panen Sejahtera, dan mitra startup binaan BRIN, PT Noang Prima Utama.

Kepala PRTP, Hens Saputra, menegaskan pentingnya kedaulatan dan ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan sumber pangan alternatif selain beras dan jagung. Salah satu komoditas potensial yang dinilai sesuai dengan kondisi Indonesia adalah sorgum.

Penerapan teknologi ekstrusi pada sorgum mampu menghasilkan mi bebas gluten yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga kaya serat dan baik bagi kesehatan.

“Sorgum memang belum terlalu dikenal masyarakat luas, namun sangat cocok dibudidayakan di Indonesia dan kaya serat. Tanaman ini juga relatif tahan terhadap cuaca ekstrem,” ujar Hens, Sabtu (31/01/2026).

Baca juga: Indonesia Siap Punya Bandara Antariksa? BRIN Ungkap Perkembangan Proyek di Biak Papua!

Hens menambahkan, tingginya konsumsi terigu di Indonesia masih bergantung pada impor, sementara gandum tidak dapat tumbuh optimal di dalam negeri. Selain itu, minat masyarakat terhadap produk roti dan mi juga sangat besar. Oleh karena itu, menurutnya pengembangan mi nonterigu berbasis sorgum tersebut dapat membuka peluang sebagai alternatif pangan sehat dan berkelanjutan

Pihaknya pun berharap pengembangan produk berbasis sorgum dapat terus berlanjut dan mendorong terbentuknya industri sorgum yang terintegrasi. Tidak hanya untuk pangan, tetapi juga untuk pakan ternak, energi terbarukan seperti etanol dan biomassa, serta sektor lainnya.

“Keberadaan industri mi sorgum diharapkan mampu mendorong tumbuhnya industri kecil dan menengah, membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar, serta menarik keterlibatan mitra, termasuk dari luar negeri,” sebutnya.

Sementara itu, perwakilan PT Sedana Panen Sejahtera, Lisan Suryana Putra, menyampaikan apresiasi atas dukungan BRIN dalam pengembangan teknologi mi sorgum. Menurutnya inovasi tersebut menjawab berbagai tantangan yang sebelumnya dihadapi perusahaan. “Produk spageti sorgum telah kami coba pasarkan dan mendapat respons positif karena rasanya mirip spageti gandum,” kata Lisan.

Saat ini, PT Sedana telah mengembangkan berbagai produk olahan sorgum, seperti gula, kecap, dan tepung. Selain sektor pangan, perusahaan juga mengembangkan peternakan sapi dan kambing serta menjalin kerja sama dengan Pertamina. Bahkan, sorgum juga tengah dikembangkan sebagai bahan baku produk perawatan kulit dalam bentuk face mist.
(cnbcindonesia.com)

[post-views]
Selaras