Media Berkemajuan

25 Mei 2024, 06:37

Situs Prasejarah Ini Terletak di Indonesia! Usianya 25.000 SM

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Ilustrasi Situs Gunung Padang [Foto: opinikoe.id]

Cianjur, mu4.co.id — Gunung Padang merupakan situs prasejarah peninggalan zaman Megalitikum. Situs tersebut berlokasi di Kampung Gunung Padang, Karyamukti, Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Baca Juga: Benarkah Keberadaan Manusia Pertama Sudah Ada Sejak 700 Ribu Tahun Lalu? Situs Ini Ungkap Kebenarannya!

Situs Gunung Padang dikenal karena sejumlah batuan megalitnya diperkirakan lebih tua daripada Piramida Giza. Jika Piramida Giza berusia 2560 SM (Sebelum Masehi), maka Situs Gunung Padang berumur lebih dari 25.000 SM. Kabar ini tersebar sampai ke luar negeri dan membuat banyak peneliti serta turis berkunjung ke situs tersebut.

Situs Gunung Padang Berbentuk Punden Berundak [Foto: Berita Bali/Istimewa via suara.com]

Dikutip dari id.wikipedia.org, luas kompleks utama Situs Gunung Padang kurang lebih 900 m², terletak pada ketinggian 885 m dpl, dan areal situs ini sekitar 3 ha. Situs tersebut merupakan salah satu bangunan masa prasejarah berbentuk punden berundak dalam skala besar.

Berikut fakta-fakta dari Situs Gunung Padang, dilansir dari wisatalova.com:

1. Peneliti menduga ada bangunan raksasa tertimbun di bawah Situs Gunung Padang. Bahkan diperkirakan mencapai 3x lipat dari ukuran Borobudur.

2. Situs Megalitikum Gunung Padang menggambarkan peradaban dengan teknologi paling tinggi pada masanya.

Sketsa arsitektur Situs Gunung Padang [Foto: Courtesy of architect Pon S Purajatnika via wisatalova.com]

3. Batu di Situs Gunung Padang direkatkan dengan semen purba. Adapun kandungan yang termuat adalah campuran dari tanah liat, besi, dan silika.

Baca Juga: Ada Sepeda Raksasa di Jeddah, Benarkah Milik Nabi Adam?

4. Situs Gunung Padang merupakan Situs Megalitikum terbesar di Asia Tenggara.

5. Situs Megalitikum Gunung Padang sempat ditawar fantastis seharga 12T agar bisa dilakukan riset dan eksplor lebih lanjut di daerah tersebut oleh peneliti dari luar negeri.

Sumber: wisatalova.com dan disway.id

[post-views]
Selaras
error: Content is protected !!