New York, mu4.co.id – Sidang Majelis Umum PBB mencatat sejarah baru pada Senin (22/9/2025), di New York, dengan mengadopsi resolusi yang mengakui kemerdekaan Palestina secara de facto.
Keputusan ini disambut meriah oleh delegasi Arab dan anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang langsung berdiri, bertepuk tangan, dan bersorak di ruang sidang. Suasana pun penuh emosi setelah puluhan tahun perjuangan diplomasi Palestina.
Duta Besar Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, menyebut hasil ini sebagai kemenangan moral sekaligus diplomatik yang bersejarah.
“Seluruh dunia kini berdiri bersama rakyat Palestina untuk mendapatkan kedaulatan penuh setelah puluhan tahun berjuang,” ungkap Riyad Maansour.
Sebelumnya, konferensi itu dipimpin oleh Prancis dan Arab Saudi, dengan Presiden Emmanuel Macron serta Putra Mahkota Mohammed bin Salman yang diwakili Menteri Luar Negeri Faisal bin Saud sebagai penggagas utama pembahasan.
Baca Juga: Mengejutkan! Akhirnya Inggris, Australia, dan Kanada Akui Kedaulatan Palestina!
“Kita harus melakukan segala daya upaya untuk menjaga kemungkinan Solusi Dua Negara. Israel dan Palestina hidup berdampingan secara damai dan aman. Waktunya telah tiba,” ucap Macron dikutip dari IDN Times, Rabu (24/9).
Menlu Arab Saudi Faisal bin Saud menyerukan pengakuan negara Palestina serta penghentian agresi Israel di Gaza dan Tepi Barat. Ia menyambut positif hasil pemungutan suara Majelis Umum PBB atas Deklarasi New York, yang mendukung solusi dua negara dengan dukungan 142 dari 193 anggota PBB.
“Dukungan ini mencerminkan keinginan komunitas internasional untuk menegakkan keadilan bagi rakyat Palestina dan mengukuhkan hak-hak historis mereka sesuai kerangka hukum internasional, resolusi PBB, dan Inisiatif Perdamaian Arab,” ujar Faisal bin Saud.
Majelis Umum PBB dengan dukungan mayoritas secara de facto mengakui Palestina sebagai negara, meski pengakuan de jure masih menunggu keputusan Dewan Keamanan yang sering terhambat hak veto AS.
Baca Juga: Prabowo Pidato di PBB Urutan ke-3 Usai Donald Trump. Bahas Soal Palestina!
Dalam sidang, delegasi Israel keluar ruangan, sementara Palestina diwakili Dubes Riyad Mansour dan Presiden Mahmoud Abbas lewat telekonferensi karena AS menolak visanya.
Pengakuan oleh Prancis mendapat tepuk tangan meriah, dengan Presiden Macron menekankan penghentian serangan Israel di Gaza, penarikan pasukan, dan akses bantuan, serta meminta Hamas menyerahkan sandera.
Sekjen PBB Antonio Guterres menegaskan kemerdekaan adalah hak Palestina, sedangkan Presiden Mahmoud Abbas berjanji melakukan reformasi dan menyiapkan konstitusi interim.
Dukungan Liga Arab dan mayoritas anggota OKI dinilai menjadi kunci sukses diplomasi Palestina.
Bagi dunia Arab, keputusan PBB ini menegaskan solidaritas nyata terhadap Palestina. Seorang diplomat Timur Tengah menyebutnya sebagai awal kemenangan diplomasi, saat dunia mulai memberi tempat setara bagi bangsa Palestina.
Namun meski legitimasi internasional Palestina semakin kuat, perjuangan menuju solusi dua negara masih menghadapi tekanan dari Israel dan sekutunya.
(IDN Times, Suara Aisyiyah)





![Penampakan Ibu Kota Negara [IKN] Nusantara](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2025/11/maxresdefault-300x169.jpg)









