Media Utama Terpercaya

14 Februari 2026, 13:31
Search

Setelah 45 tahun, Dwi, Peserta CRM Award VI Asal PCM Minggir Kembali Menginjakkan Kaki di Banjarmasin

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Dwi PCM Minggir
Setelah 45 tahun, Dwi, Peserta CRM Award VI Asal PCM Minggir kembali menginjakkan kaki di Banjarmasin [Foto: mu4.co.id]

Banjarmasin, mu4.co.id – Ada hal unik dibalik gegap gempita pelaksanaan CRM Award VI 2025 di Komplek Masjid Al Jihad Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada 13-16 November 2025 ini.

Keberangkatan salah seorang peserta finalis Best of The Best dari PCM Minggir, Sleman, DIY ke Banjarmasin ini selain untuk ikut berpartisipasi dalam Expo juga sekaligus menjadi ajang melepas rindu di kota Banjarmasin ini.

Inilah yang dialami Dwi Sumartono, saat pertama kali mendengar Banjarmasin menjadi tuan rumah pelaksanaan CRM Award VI 2025. Ia langsung berniat untuk ikut berangkat ke Banjarmasin dan membayangkan betapa senangnya dapat kembali menginjakkan kaki setelah kurang lebih 45 tahun meninggalkan kota berjuluk Seribu Sungai ini.

“Terkenang masa kecil,” ujar Dwi mengenang masa lalunya.

Baca juga: PCM Ponorogo dan Laweyan Unjuk Pesona: Dari Reog Megah Hingga Batik Tulis Al-Qur’an di Expo CRM 2025

Dwi lahir di Banjarmasin pada 1969, kemudian pada saat kelas 2 SD, ia pindah bersama orang tuanya ke pulau Jawa dan sejak saat itu Dwi tidak pernah lagi menginjakkan kaki ke Banjarmasin meskipun sebenarnya di KTP-nya tertulis kelahiran Banjarmasin!

Dwi melanjutkan sekolah di SD Negeri di Klaten, Jawa Tengah. Lalu begitu naik kelas 3 SD, ia pindah lagi ke SD di Malang, Jawa Timur hingga lulus SMP, SMA dan kuliah di Universitas Brawijaya Malang.

Ketika ditanya reporter mu4.co.id tentang bagaimana perasaannya dapat kembali ke tanah kelahiran, Dwi mengatakan senang sekali.

“Puas.. hilang sudah rasa penasaran,” ungkapnya kepada mu4.co.id, Sabtu (15/11).

Dwi lalu menceritakan menurut orang tuanya dulu ia lahir di Rumah Sakit (RS) Suaka Insan Banjarmasin. Ia juga masih ingat dulu rumahnya berada di kampung belakang rumah sakit tersebut. 

Baca juga: Semarak Expo CRM 2025, PRM Kayumanis Utara Hadirkan Konsep Kedai KopiMu

Setelah menempuh perjalanan jauh dan tiba di Banjarmasin ini, Dwi menyempatkan menjenguk kembali tempat kelahirannya tersebut dan berharap mungkin masih bisa menemukan sisa-sisa potongan sejarah yang mampu memanggil ulang memori dan kenangan lamanya.

“Tapi sekarang sepertinya rumahnya sudah tidak ada lagi. Saya juga sudah tidak ingat yang mana posisi rumahnya,” tutur Dwi.

Namun Dwi menceritakan ia masih ingat dulu SD-nya itu dekat lapangan yang tepinya ada barisan pohon cemara. Kemudian berada di pinggir jalan dekat perempatan jembatan yang tidak jauh dari RS Suaka Insan. Namun Dwi lupa nama SD-nya. Berdasarkan ciri-ciri tersebut, kemungkinan besar Dwi pernah bersekolah di SD Negeri Teluk Dalam 11 Jalan Rawasari Banjarmasin di era tahun 70-an.  

Untuk mengobati kerinduanya terhadap tanah kelahiran, Dwi sengaja mendatangi RS Suaka Insan yang saat ini tentu saja sudah banyak berubah dibandingkan saat 45 tahun lalu! Uniknya, ketika napak tilas mengunjungi RS Suaka Insan itu, Dwi diantar pula oleh lima orang teman peserta dari PCM Minggir. Mereka semua jalan kaki menuju RS Suaka Insan dari Hotel Aria Barito, tempat mereka menginap yang berjarak sekitar 2,7 km!

Dwi menyempatkan diri ber-swa foto di depan rumah sakit tersebut agar punya kenang-kenangan dan dapat menceritakan kepada anak cucunya kelak bahwa dulu ia pernah dilahirkan di rumah sakit tersebut.  

Dwi menyempatkan diri ber-swa foto di depan rumah sakit tempat dulu ia pernah dilahirkan [Foto: mu4.co.id]
[post-views]
Selaras