Media Utama Terpercaya

17 Oktober 2026, 23:51
Search

Setelah 12 Tahun Tertunda, Jembatan Baru Penghubung China-Korut Resmi Dibuka!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Jembatan Sungai Yalu Baru
Jembatan Sungai Yalu Baru, penghubung China dan Korut. [Foto: VOI]

Korea Utara, mu4.co.id – China dan Korea Utara (Korut) dilaporkan telah resmi membuka Jembatan Sungai Yalu Baru pada Kamis (15/10), setelah tertunda selama 12 tahun sejak pembangunan rampung pada 2014.

Kantor berita Xinhua melaporkan seremoni peresmian jembatan telah terlaksana pada Kamis, namun media pemerintah Korea Utara belum memberitakan seremoni tersebut.

Dilansir dari detik news pada Sabtu (17/10), jembatan sepanjang 3.026 meter dengan empat jalur kendaraan ini menghubungkan Dandong di China dengan Sinuiju di Korut, melintasi Sungai Yalu atau Amnok. Jembatan baru tersebut disiapkan sebagai alternatif jembatan persahabatan China-Korea Utara yang telah berusia puluhan tahun.

Baca Juga: China Bikin “Matahari Buatan”, Jadi Pembangkit Listrik Nuklir Pertama di Dunia!

Pembukaan jembatan diharapkan kembali mendorong perdagangan dan aktivitas ekonomi kedua negara yang sempat terganggu akibat memburuknya hubungan bilateral serta pandemi COVID-19. 

Menjelang pembukaan, sejumlah truk berbendera China terlihat mengantre di jembatan, sementara bendera kedua negara terpasang di sepanjang lintasan.

Sebelumnya, pembangunan jembatan ini rampung pada 2014, namun pembukaannya tertunda karena akses jalan dan fasilitas bea cukai di sisi Korea Utara belum selesai, serta penutupan perbatasan selama pandemi COVID-19 turut memperlambat pengoperasiannya.

Baca Juga: Kim Jong Un Resmi Kembali Jadi Presiden Korea Utara, Begini Penilaian Analis!

Pembukaan jembatan ini menjadi perkembangan positif dalam hubungan Beijing (China) dan Pyongyang (Korut), yang juga ditandai dengan dua pertemuan puncak pemimpin kedua negara dalam setahun terakhir.

China tetap menjadi mitra dagang terbesar Korea Utara, meski negara tersebut menghadapi sanksi PBB terkait pengembangan rudal dan senjata nuklir.

Pengamat Lim Eul Chul dari Institut Studi Timur Jauh Universitas Kyungnam menilai pembukaan jembatan baru itu belum tentu langsung memulihkan perdagangan seperti sebelum sanksi diberlakukan. Namun, jalur tersebut dapat mempermudah pengiriman alat berat, bahan baku, dan produk energi untuk mendukung proyek pembangunan di Korea Utara.

(Detik News)

[post-views]
Selaras