Jakarta, mu4.co.id – Pemerintah Indonesia menetapkan kebijakan work from home (WFH) satu hari per pekan untuk menghemat energi, mengikuti langkah sejumlah negara saat krisis perang Timur Tengah.
Aturan ini berlaku bagi ASN setiap Jum’at, sementara sektor swasta bersifat imbauan dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing usaha.
Dilansir dari detik news pada Senin (6/4), selain Indonesia, negara-negara ini terlebih dahulu menerapkan WFH, antara lain:
- Pakistan
Perdana Menteri Shehbaz Sharif meminta 50% pekerja bekerja dari rumah serta memperpanjang libur sekolah sejak awal Maret akibat lonjakan harga minyak karena konflik AS–Israel dan Iran.
Harga minyak dunia sempat menembus di atas USD 100 per barel, mendorong Pakistan menaikkan harga bensin dan solar hingga 55 rupee (Rp3.316) per liter, kenaikan terbesar dalam sejarah negara tersebut. Ketergantungan tinggi pada impor energi membuat inflasi Pakistan sangat sensitif terhadap fluktuasi harga bahan bakar global.
2.Thailand
Thailand menerapkan WFH bagi pegawai negeri sejak 3 Maret 2026, kecuali layanan publik secara langsung, atas arahan Perdana Menteri Anutin Charnvirakul. Pemerintah juga mewajibkan penghematan energi seperti mengatur AC 26–27°C, memakai kemeja lengan pendek, mematikan listrik saat tak digunakan, mengurangi penggunaan lift, menunda perjalanan dinas luar negeri, serta mendorong carpooling (berbagi kendaraan) untuk menekan konsumsi bahan bakar.
3.Vietnam
Vietnam mendorong pelaku usaha menerapkan WFH untuk menghemat bahan bakar, sekaligus mengimbau masyarakat tidak menimbun BBM. Sejak akhir bulan lalu, harga bensin naik 32%, solar 56%, dan minyak tanah 80%, memicu antrean panjang di SPBU Hanoi.
4.Sri Lanka
Sri Lanka mengimbau pekerja menjalankan WFH dan memangkas jam kerja. Komisaris Jenderal Layanan Esensial Prabath Chandrakeerthi menyatakan instansi pemerintah di Sri Lanka hanya beroperasi empat hari per minggu sejak 18 Maret, dengan Rabu sebagai hari libur. Kebijakan penghematan juga diterapkan pada sekolah dan universitas.
5.Mesir
Di Mesir, WFH juga diberlakukan. Toko, restoran, dan kafe diminta tutup pukul 21.00 selama sebulan sejak 28 Maret 2026 sebagai respons kenaikan harga energi akibat konflik Amerika Serikat dan Iran. Pemerintah juga memadamkan lampu jalan dan iklan, serta mewajibkan WFH satu hari per minggu pada April 2026, kecuali bagi pekerja sektor penting seperti rumah sakit, sekolah, dan pabrik.
(Detik News)












