Jakarta, mu4.co.id – Perusahaan aluminium terbesar di dunia asal Rusia, Rusal berencana akan merekrut pekerja migran dari SMK Indonesia dalam program pengembangan keterampilan tinggi.
Hal ini disampaikan setelah Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Rusia untuk Indonesia, H.E. Sergei Tolchenov, dan Mr. Alexey B. Mirskiy, perwakilan perusahaan industri kemitraan Strategis RUSAL pada Senin (26/1/2026) di Kantor Kementerian P2MI.
Mukhtarudin menganggap hal ini selaras dengan visi pemerintah untuk memajukan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang memiliki kualitas tinggi.
“Fokus utama kami ke depan adalah mengalihkan orientasi pengiriman PMI dari sektor domestik ke sektor profesional dengan keahlian menengah hingga tinggi,” ujarnya dilansir dari laman resmi KP2MI, Rabu (4/2).
“Indonesia memiliki bonus demografi yang besar, dan Rusia adalah mitra yang tepat untuk menyerap potensi tersebut,” lanjutnya.
Baca juga: Menteri KP2MI Dorong Pekerja Migran yang Pulang Diberdayakan untuk Bangun Negeri
Ia mengaku akan menyiapkan calon PMI yang mumpuni untuk mengikuti masa pendidikan di Rusia dan menyelaraskan kurikulum vokasi, khususnya terkait pengelasan yang sesuai sistem di sana.
Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) akan bekerja sama dengan kementerian lainnya, salah satunya yakni Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Ini dilakukan untuk memastikan para PMI langsung terserap di proyek-proyek strategis nasional setelah menyelesaikan pendidikan vokasi bersama Rusal.
Perwakilan Rusal, Alexey Mirsky menjelaskan bahwa pihaknya memang akan mengundang 50 lulusan SMK terbaik Indonesia untuk mengikuti program pendidikan dan pelatihan di fasilitasnya yang bertempat di Rusia.
Program tersebut mencakup satu tahun pelatihan bahasa dan satu tahun pemantapan keahlian teknis pada lima bidang utama yakni konstruksi, permesinan, ilmu material, transportasi, dan energi listrik.
Baca juga: Eropa Minta Sejuta WNI Jadi Pekerja Hotel Hingga Rumah Sakit ke Prabowo, Kenapa?
“Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka akan mendapatkan kontrak kerja selama lima tahun di sektor pengelasan. Jika mereka berhasil mencapai ‘grade’ 6 sesuai standar Rusia, mereka bisa membawa pulang gaji hingga 200 ribu rubel (Rp43,8 juta),” kata Mirsky.
Ia mengatakan rencananya setelah masa pelatihan, program tersebut akan dilakukan dengan skema knowledge sharing dengan 25 orang bekerja di Rusia dan 25 orang lainnya akan bekerja di kantor perwakilan atau proyek strategis Rusia di Indonesia seperti fasilitas pengilangan.
Saat ini kedua belah pihak yakni KP2MI dan Rusal telah sepakat segera menyusun nota kesepahaman dan proposal kerja sama teknis. Diharapkan program tersebut dapat dimulai pada Mei 2026 dengan proses rekrutmen dan pemberangkatan ditargetkan pada September 2026.
Kerja sama ini juga menjadi wujud program Quick Win Presiden Prabowo dalam mencetak SMK Go Global dengan target melatih dan menempatkan PMI terampil di internasional secara masif dan terlindungi.
(KP2MI, kompas)













![Gedung Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal [BPJPH]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260210-WA0015-300x183.jpg)
