Jakarta, mu4.co.id – Sutradara film animasi fenomenal Jumbo, Ryan Adriandhy, kembali membawa sajian penuh magis imajinasi dan warna ke layar lebar, dengan menampilkan film live-action bertajuk “Na Willa”.
Film tersebut diadaptasi dari Buku Na Willa: Serial Catatan Kemarin (2012) karya Reda Gaudiamo. Dalam garapannya, Ryan menghadirkan dunia Na Willa yang kaya warna, sekaligus mengajak penonton menyelami imajinasi seorang bocah berusia enam tahun. Ia berhasil menangkap kejujuran dan kepolosan anak berusia enam tahun yang ditulis Reda dan menampilkannya secara universal di layar lebar.
Dengan latar Surabaya pada dekade 1960-an, Bersama timnya, Ryan membawa penonton melintasi ruang waktu, kembali ke pengalaman masa kecil masing-masing. Hal itu terlihat dari detail-detail adegan fragmen keseharian Na Willa, pengambilan gambar yang penuh perhatian, hingga tata letak ruang dan dekorasi yang seolah membuka kembali kotak Pandora kenangan masa kecil penonton.
Baca juga: Film “Pelangi di Mars” Tayang Saat Lebaran 2026, Perkaya Daftar Tontonan Anak Indonesia
Seperti yang ditulis oleh Ryan di awal durasi bahwa film, bahwa film berdurasi 118 menit ini merupakan “karya banyak orang”, Na Willa tidak akan bisa semagis itu tanpa dukungan tim desain produksi, sinematografi, editing, efek visual, animasi, scoring dan musik, hingga kostum dan tata rias. Semua tim terlihat memiliki peran yang sama krusialnya berhasil melakukan tugasnya dengan sangat baik.
Meski demikian, Film Na Willa tidak sepenuhnya film dari POV anak-anak. Ryan juga menyelipkan “problematika pengasuhan orang tua” dalam kisah Na Willa.
Kisah tersebut menggambarkan bahwa menjadi orang tua dan mendidik anak bukan berarti berhenti untuk belajar, sekaligus pengingat bahwa proses belajar dan adaptasi, termasuk dalam mengasuh dan menghadapi anak adalah aktivitas sepanjang hayat. Ryan menyisipkan tema keberagaman budaya dan toleransi tersebut tanpa kesan menggurui.
Sebagai sajian keluarga di momen Lebaran, Na Willa berhasil memenuhi syarat sebagai tontonan yang utuh: ada tawa, persahabatan, hingga nilai-nilai kejujuran yang universal.
Ryan Adriandhy berhasil mengingatkan bahwa dunia orang dewasa yang penuh kekhawatiran ini sebenarnya tetap ajaib dan penuh warna, selama melihatnya dengan mata anak kecil dalam diri masing-masing.
(cnnindonesia.com)








![Iran Siap Kenakan Tarif Kapal di Selat Hormuz [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260323-WA0001-300x200.jpg)




