Jakarta, mu4.co.id – Rekor arus mudik tertinggi sepanjang sejarah terjadi pada Rabu (18/03/2026) dengan volume mencapai 270.315 kendaraan, naik 98,3% terhadap normal dan naik 4,6% terhadap puncak mudik Lebaran 2025, berdasarkan catatan PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
Berkaitan dengan itu, Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menjelaskan, angka tersebut merupakan kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat Gerbang Tol (GT) Barrier/Utama, yaitu GT Cikupa (arah Barat), GT Ciawi (arah Selatan), dan GT Cikampek dan GT Kalihurip Utama (arah Timur). Namun kondisi lalu lintas dapat dikendalikan dengan baik karena rekayasa lalu lintas yang diterapkan berjalan efektif dalam mengurai kepadatan.
“Tidak hanya yang keluar melalui empat gerbang tol utama. Kami juga mencatat rekor tertinggi dalam melayani arus lalu lintas yang menuju Jalan Tol Trans Jawa selama ini,” ujarnya, Jumat (20/03/2026).
“Untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan, Jasa Marga bersama Kepolisian telah memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow dari satu lajur menjadi tiga lajur, hingga penerapan one way nasional pada KM 70-KM 414. Volume kendaraan yang melintas di kedua ruas tersebut tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah pengoperasiannya,” sambungnya.
Baca juga: Wali Kota Banjarbaru Larang ASN Pakai Mobil Dinas untuk Mudik, Ini Alasannya!
Rivan menambahkan bahwa sesuai dengan skenario rekayasa lalu lintas yang telah dipersiapkan, kepadatan ditargetkan dapat terurai secara maksimal dalam waktu 1×12 jam. Pada Kamis pukul 11.00 WIB, kondisi lalu lintas dilaporkan telah kembali lancar dengan kecepatan rata-rata kendaraan yang kembali normal.
“Jasa Marga akan terus mengoptimalkan penggunaan teknologi sebagai “decision support system” yang mendukung keputusan rekayasa lalu lintas yang diputuskan oleh pihak Kepolisian sesuai kondisi terkini di lapangan. Koordinasi lintas sektoral yang sangat intensif dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan secara komprehensif juga akan kami terus tingkatka ke depannya,” jelas Rivan.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada pengemudi dengan kendaraan sumbu tiga atau lebih diharapkan dapat mematuhi ketentuan Surat Keputusan Bersama (SKB) Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Kakorlantas Polri dan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Tanggal 5 Februari 2026 Tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan Serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran Tahun 2026/1447H terkait pembatasan operasional kendaraan barang, termasuk tidak melintas pada waktu yang telah ditetapkan.
Kemudian menjelang periode arus balik, Jasa Marga juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih baik lagi dengan menghindari puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada 24 Maret 2026 (H+3 Lebaran).
(detik.com)











![Fasilitas produksi gas alam cair atau liquid natural gas [LNG] di Ras Laffan, Qatar](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_7521-300x200.jpeg)