Martapura, mu4.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kepada 210 satuan pendidikan atau sekolah di Kabupaten Banjar terdampak bencana banjir dalam beberapa hari terakhir.
Dari jumlah data Disdik tersebut terdiri atas 116 Sekolah Dasar (SD), 20 Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta 74 satuan pendidikan PAUD dan PKBM. Kondisi banjir berdampak langsung pada lingkungan sekolah, sebanyak 41 sekolah terdampak pada area halaman, sementara 169 sekolah lainnya telah tergenang air hingga ke ruang kelas, sehingga tidak memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka.
“Keselamatan peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, untuk satuan pendidikan yang terdampak banjir, pembelajaran sementara dialihkan ke Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” ujar Kepala Disdik Banjar Hj Liana Penny, dilansir dari banjarkab.go.id, Selasa (06/01/2026).
Baca juga: Banjir Rob Kembali Rendam Banjarmasin, Sampai Kapan BMKG Berlakukan Peringatan?
Untuk diketahui, kebijakan tersebut berdasarkan Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar Nomor 400.3.6.1/007/Disdik/2026, yang mengacu pada Surat Edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI tentang penyelenggaraan pembelajaran pada satuan pendidikan terdampak bencana.
Dalam surat edaran tersebut ditegaskan bahwa pelaksanaan PJJ dilakukan secara fleksibel dan adaptif, menyesuaikan kondisi peserta didik dan satuan pendidikan. Selain itu, sekolah juga diminta untuk melakukan penyesuaian kurikulum, dengan memprioritaskan materi esensial, dukungan psikososial, serta edukasi terkait kesehatan, keselamatan dan mitigasi bencana.
Pihaknya pun akan terus melakukan monitoring dan koordinasi dengan pengawas pembina serta pihak terkait. PTM akan kembali dilaksanakan setelah kondisi dinyatakan aman dan normal.
“Kami berharap dukungan orang tua dan seluruh pihak agar proses belajar anak-anak tetap berjalan dengan baik meskipun dalam kondisi darurat,” pungkas Liana Penny.














