Media Utama Terpercaya

23 Februari 2026, 09:12
Search

Ratusan Buruh Pabrik Mie Sedap Gresik Dirumahkan Jelang Ramadan, Terancam Tidak Dapat THR

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Ratusan Buruh Pabrik Mie Sedap Gresik Dirumahkan Jelang Ramadan
Ratusan Buruh Pabrik Mie Sedap Gresik Dirumahkan Jelang Ramadan [Foto: suarajatim.id]

Gresik, mu4.co.id – Ratusan buruh di PT Karunia Alam Segar (KAS), yang memproduksi Mie Sedap di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mendadak dirumahkan oleh salah satu pabrik terbesar di Gresik tiga hari sebelum Ramadan, yang diduga dengan alasan efisiensi karyawan.

Ratusan buruh yang terdampak kebijakan tersebut berasal dari lima perusahaan outsourcing, yakni PT Atiga Langgeng Mandiri, PT Asnawa Anugerah Utama, PT Karya Manunggal Jati, PT Sabda Alam, dan PT Perwita Nusaraya.

Salah satu buruh berinisial FZ (21), warga Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik mengungkapkan tanda-tanda pengurangan jam kerja sudah dirasakan sejak sebulan terakhir. Para pekerja outsourcing hanya dijadwalkan masuk dua hingga tiga hari dalam sepekan, dengan jam kerja yang kerap berubah.

“Sejak Senin (16/02/2026) kami sudah tidak bekerja. Pengumumannya hanya lewat pesan grup WhatsApp dari kepala regu. Tidak ada surat resmi, hanya disebutkan ada efisiensi,” tuturnya, Jumat (20/02/2026).

Baca juga: 2.200 Pekerja Pabrik Sepatu Nike di Tangerang Kena PHK pada Oktober 2025, Apa Yang Terjadi?

Lebih lanjut, FZ menyebut, para para pekerja yang mayoritas berstatus kontrak dan outsourcing di pabrik Mie Sedap Gresik tersebut tidak hanya kehilangan pekerjaan sementara, tetapi juga belum menerima kepastian terkait pesangon maupun Tunjangan Hari Raya (THR). Padahal, kontrak Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) mereka masih berlaku beberapa bulan ke depan.

“Kami berharap perusahaan tetap membayar hak kami, termasuk THR. Kontrak kami masih aktif,” ungkapnya.

Menindaklanjuti polemik tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik melakukan inspeksi mendadak menemui manajemen PT. Karunia Alam Segar (KAS) atau pabrik Mie Sedap, serta berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan perusahaan outsourcing (OS). Mereka meminta penjelasan sekaligus menekankan hak-hak yang wajib penuhi terhadap para buruh yang dirumahkan.

“Kemarin kita sidak (inspeksi mendadak) kesana (PT. KAS atau Pabrik Mie Sedap, red). Info dari PT. KAS jauh-jauh hari pengurangan karyawan sudah disampaikan kepada OS (Outsourcing) bahwa akan ada penurunan salah satu bagian di produksi yang akan mengurangi lebih dari 500-an pekerja ke depan,” kata Zaifudin, Jumat (20/02/2026).

Zaifudin juga menuturkan, ketika bertemu manajemen KAS dijelaskan bahwa pengurangan karyawan dilakukan oleh manajemen perusahaan karena ada satu bagian produksi yang merugi sehingga terpaksa harus melakukan efisiensi.

“Kami sampaikan bahwa perusahaan harus memenuhi hak-hak karyawan, kalaupun terpaksa dirumahkan kami berharap hak-hak karyawan hingga THR diberikan,” tegasnya.

Dirinya pun menegaskan kembali agar perusahaan menuntaskan permasalahan ini serta memenuhi seluruh hak pekerja. Pihak manajemen PT. KAS pun merespon dan berjanji akan mencarikan solusi terhadap ratusan buruh yang dirumahkan.

“Manajemen KAS akan berkoordinasi dengan manajemen OS-nya untuk mencarikan solusi,” pungkasnya.
(mediacahayabaru.id, suaraindonesia.co.id)

[post-views]
Selaras