Media Utama Terpercaya

26 Januari 2026, 16:06
Search

Rampungkan Kunjungan ke Inggris, Prabowo Kantongi Investasi Miliaran Pound dan Proyek Kapal Nelayan

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Presiden Prabowo saat kunjungan kerja di Inggris
Presiden Prabowo saat kunjungan kerja di Inggris. [Foto: Sekretariat Negara]

Inggris, mu4.co.id – Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini merampungkan kunjungan kerjanya di Inggris dengan membawa sejumlah kesepakatan bersama kerajaan dan pemerintah Inggris, mulai dari komitmen investasi miliaran pound sterling, kerja sama strategis di sektor maritim, hingga penguatan pendidikan tinggi.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyebut selama di Inggris, Prabowo menggelar sejumlah pertemuan penting, termasuk dengan Raja Charles III dan Perdana Menteri Keir Starmer.

“Jadi hari ini tanggal 21 Januari 2026, Bapak Presiden sudah selesai melaksanakan kegiatan di Inggris. Jadi ada beberapa pertemuan, yang pertama dengan Perdana Menteri Starmer,” ujar Seskab Teddy, dikutip dari laman Sekretariat Negara, Ahad (25/1).

Baca Juga: Presiden Rusia Sambut Hangat Prabowo, Bahas Isu Strategis hingga Kerja Sama Baru

Kesepakatan yang dibawa Prabowo mencakup komitmen investasi Inggris senilai 4 miliar pound sterling atau sekitar Rp90 triliun, penguatan kerja sama maritim, serta pembangunan 1.582 kapal nelayan yang akan diproduksi dan dirakit di Indonesia.

Teddy menyebut proyek kapal tersebut diperkirakan menyerap sekitar 600 ribu tenaga kerja karena seluruh proses produksinya dilakukan di dalam negeri.

Selain ekonomi dan maritim, Prabowo juga menekankan penguatan sumber daya manusia lewat kerja sama pendidikan tinggi. Ia bertemu dengan 24 profesor dari 24 universitas ternama Inggris seperti King’s College London, University of Oxford, Imperial College London, dan University of Edinburgh.

Baca Juga: Sejumlah Universitas di Indonesia Masuk Daftar Universitas Islam Terbaik di Dunia, Apa Saja?

“Intinya satu, yang pertama ada kerja sama pendidikan. Jadi Bapak Presiden ingin membuat 10 kampus baru di Indonesia, terutama di bidang kedokteran, kemudian di bidang STEM (science, technology, engineering, and mathematics) itu nanti beliau akan membuat di Indonesia,” jelas Teddy.

Kerja sama itu juga meliputi penambahan mahasiswa Indonesia di Inggris, pendirian kampus universitas Inggris di Indonesia, serta program pertukaran dosen.

Dari pertemuan Prabowo dengan Menteri Pendidikan Inggris dan perwakilan Russell Group, diharapkan peringkat universitas Indonesia di tingkat global semakin meningkat. Teddy menegaskan seluruh agenda kunjungan luar negeri Prabowo ditujukan untuk memberi manfaat nyata bagi Indonesia.

(Kementerian Sekretariat Negara RI)

[post-views]
Selaras