Media Utama Terpercaya

8 April 2026, 22:42
Search

Puluhan Ribu Motor Listrik Disiapkan Untuk Kepala SPPG. Ini Tanggapan Menkeu dan BGN!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Terlihat ribuan motor listrik berlogo BGN
Terlihat ribuan motor listrik berlogo BGN. [Foto: AI/mu4.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara terkait beredarnya video viral yang menampilkan puluhan ribu motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN). Ia mengaku belum mengetahui secara rinci kebenaran informasi tersebut dan akan melakukan pengecekan lebih lanjut.

Purbaya mengungkapkan bahwa pengajuan pengadaan motor listrik, termasuk komputer untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebenarnya sempat diajukan pada tahun lalu. Namun, usulan tersebut tidak mendapatkan persetujuan darinya.

“Tahun lalu sempat kita nggak mau, kita tolak untuk beli komputer yang terlalu banyak dan beli motor, tapi sekarang saya belum tahu, saya akan lihat lagi seperti apa. Ini gosip ya? Saya cek lagi,” ujarnya dilansir dari detik, Rabu (8/4).

Baca juga: SPPG Mulai Beroperasi, BGN Ancam Sanksi Keras Mitra yang Curang atau Mark Up Harga

Menurutnya, anggaran program MBG seharusnya difokuskan pada tujuan utama, yakni penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat. Ia juga menilai para mitra pelaksana program sudah memperoleh keuntungan, sehingga dapat mengalokasikan dana secara mandiri jika membutuhkan sarana pendukung seperti kendaraan operasional.

“Bukan nggak boleh, kita nggak tahu programnya seperti apa, tapi kan harusnya utamanya untuk makanan. Kalau yang pebisnis kan udah untung cukup, mereka cicil dari sana harusnya, tapi saya akan coba cek lagi,” ucapnya.

Di sisi lain, Kepala BGN Dadan Hindayana memberikan penjelasan bahwa pengadaan motor listrik tersebut memang masuk dalam rencana anggaran tahun 2025. Kendaraan itu dirancang untuk menunjang mobilitas operasional Program MBG, khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” jelasnya.

Baca juga: Sebanyak 1.528 SPPG Dihentikan Sementara, BGN Ungkap Penyebab dan Upaya Perbaikan

Meski demikian, Dadan memastikan bahwa hingga saat ini motor-motor tersebut belum didistribusikan. Ia menyebut seluruh unit yang tersedia masih harus melalui proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum dapat digunakan secara resmi.

Dadan juga meluruskan informasi yang beredar terkait jumlah pengadaan. Ia menegaskan bahwa kabar yang menyebut jumlahnya mencapai 70.000 unit tidak benar dan termasuk hoaks.

“Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025,” sebut Dadan.

Polemik ini menyoroti pentingnya transparansi dan ketepatan prioritas dalam pengelolaan anggaran program sosial, agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

(detik)

[post-views]
Selaras