Jakarta, mu4.co.id – Seorang pakar penginderaan jauh dan pendiri Islamic Science Research Network (ISRN), Prof. Dr. Tono Saksono, memberikan penjelasan lengkap dalam sebuah video yang diunggahnya mengenai awal puasa Ramadan 1447 Hijriah yang akan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Prof Tono menceritakan bahwa beberapa waktu lalu, seorang dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), berinisial FRR, menghubungi Prof. Tono dan bertanya kapan sebetulnya awal puasa Ramadan 1447 H. Apakah 18 atau 19 Februari 2026?
Menurut beliau, saat ini terjadi perdebatan di beberapa grup WhatsApp mengenai hal ini. Kemudian Prof. Tono mengirimkan video lama yang diunggah pada 24 Juli 2025 berjudul V#178: ”Mengapa 1-Ramadan-1447 Jatuh pada 18-Februari-2026” kepada dosen UMJ tersebut.
Baru-baru ini Prof. Tono kembali memberikan penjelasan detail yang menjelaskan awal Ramadhan 1447 H. Dikutip dari unggahan video terbarunya tersebut pada Rabu (4/2), pada video berjudul ”INGAT! Pada 18-Februari-2026, Kita Mulai Puasa Ramadan 1447”, Prof. Tono menjelaskan bahwa berdasarkan perhitungan saintifik yang akurat, hilal dipastikan sudah hadir dan terbentuk di seluruh wilayah bumi sejak Subuh 18 Februari 2026.
Prof Tono mengutip Surah Yasin ayat 37-40 tentang peredaran matahari dan bulan sehingga terjadilah siang dan malam sebagai tanda kekuasaan Allah. Dan tidaklah mungkin terjadi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Karena masing-masing beredar pada garis edarnya.
“Saya akan jelaskan ini lengkap dengan perubahan siang dan malam wilayah Bumi pada interval waktu setiap jam. Informasi prosentase penyinaran Bulan (fase Bulan) juga saya sertakan secara detil,” ujar Prof. Tono.
Dari penjelasan video tersebut diterangkan bahwa sejak subuh pada 18 Februari 2026, hilal akan hadir di seluruh wilayah Bumi, baik kelihatan ataupun tidak. Sehingga umat Islam di seluruh dunia wajib untuk memulai ibadah puasa Ramadhan.
Dijelaskan pula bahwa syarat visibilitas hilal saat maghrib untuk mengawali puasa itu adalah sebuah blunder karena akan mengakibatkan umat Islam di wilayah timur (Asia sampai Australia) akan melakukan ibadahnya di belakang umat Islam di wilayah barat Bumi (Eropa, Afrika, dan Amerika).
Analisis Saintifik dan Fase Bulan
Prof. Tono memaparkan data astronomis secara mendetail. Berdasarkan perhitungan:
– Ijtima (Konjungsi): Terjadi pada 17 Februari 2026 pukul 12:01 UTC. Di Jakarta, ini setara dengan pukul 19:01 WIB.
– Pertumbuhan Hilal: Meskipun ijtima terjadi pada malam hari di Indonesia, Prof. Tono menekankan bahwa satu detik setelah ijtima, hilal secara fisik sudah terbentuk dan terus membesar.
– Data Visual: Pada saat Subuh di Jakarta tanggal 18 Februari 2026 (pukul 04:01 WIB), fase penyinaran bulan sudah mencapai 0,16%.
“Anda percaya atau tidak, bisa melihat atau tidak, sains sudah bisa menghitung itu. Masa tidak puasa padahal hilal sudah ada?” ungkap Prof. Tono dalam videonya.


Baca juga: Muhammadiyah Telah Tetapkan Awal Ramadan 1447 H, Pakar Ilmu Falak Jelaskan Alasannya!
Kritik terhadap Kriteria Visibilitas Hilal (Rukyat Magrib)
Prof. Tono juga menyampaikan dua bukti utama yang menguatkan bahwa awal Ramadhan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026, yaitu:
– Urutan Wilayah: Wilayah Timur (Asia dan Australia) seharusnya memulai ibadah lebih awal daripada wilayah Barat (Eropa dan Amerika) karena rotasi bumi. Jika menunggu visibilitas magrib, umat Islam di Timur justru akan beribadah di belakang wilayah Barat.
– Anomali Syawal: Jika Ramadan dimulai tanggal 19 Februari, akan terjadi kerancuan di mana pada bulan Syawal, umat Islam di Timur kembali beribadah di depan wilayah Barat. Kondisi ini menunjukkan adanya ketidakkonsistenan sistem jika hanya mengandalkan rukyat lokal.
Melalui video tersebut, Prof. Tono mengajak umat Islam Indonesia harus berani menjadi pelopor kebenaran bukan malah menjadi pengekor mengikuti dan patuh pada kesepakatan Istanbul 2016 kalau ternyata salah. Beliau juga menegaskan agar tercapai solusi sehingga umat Islam di seluruh dunia dapat memulai ibadah pada hari yang sama secara serempak.
“Sejak subuh pada 18 Februari 2026, hilal akan hadir di seluruh wilayah bumi. Sehingga umat Islam di seluruh dunia wajib melaksanakan perintah Allah ini mulai tanggal tersebut,” pungkasnya.












