Media Utama Terpercaya

22 Januari 2026, 15:39
Search

Presiden Prabowo Subianto Meninjau Langsung Bencana di Sumatra. Ini Langkah yang Akan Diambil!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Prabowo kunjungi pengungsi bencana banjir dan tanah longsor Sumatra di sejumlah titik bencana
Prabowo kunjungi pengungsi bencana banjir dan tanah longsor Sumatra di sejumlah titik bencana. [Foto: presidenri.go.id]

Sumatra, mu4.co.id – Pada Senin, 1 Desember 2025, Presiden Prabowo Subianto meninjau secara langsung empat lokasi yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra, yakni Tapanuli Tengah (Tapteng), Medan, Aceh Tenggara, dan Padang Pariaman.

Ia menenangkan para pengungsi dan menyampaikan bahwa cuaca terburuk sudah lewat. Walaupun cuaca buruk sudah lewat, Prabowo tetap menekankan perubahan iklim yang ekstrem menjadi tantangan jangka panjang pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah.

“Ini kondisi sekarang. Perubahan iklim kita harus hadapi dengan baik. Pemerintahan harus benar-benar berfungsi menjaga lingkungan, mengantisipasi kondisi di masa depan. Mungkin yang di daerah-daerah juga semuanya harus siap menghadapi kondisi perubahan iklim yang berpengaruh,” ujar Prabowo dilansir dari kompas, Kamis (4/12).

Berdasarkan data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencena (BNPB) per 4 Desember 2025, total korban akibat bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra mencapai 801 orang. Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah akan memprioritaskan percepatan pengiriman bantuan terutama untuk daerah yang masih terisolasi.

Baca juga: Bantuan Dinilai Lambat, Masyarakat Jarah Sejumlah Retail Modern di Sumatra

“Kita sekarang prioritas bagaimana bisa segera kirim bantuan-bantuan yang mungkin diperlukan. Pertama, BBM yang sangat penting, listrik sebentar lagi saya kira bisa dibuka semuanya. BBM tadi yang dilaporin ke saya yang sangat penting, ada beberapa desa yang terisolasi, insyaallah kita bisa tembus,” ungkap Prabowo, dilansir dari laman resmi presidenri.go.id, Kamis (4/12).

Kepada para warga, Presiden menyampaikan perkembangan layanan dasar yang mulai pulih memasuki masa tanggap darurat. Ia menyebut bahwa pemulihan jaringan listrik menjadi salah satu prioritas dan disertai dengan pembenahan pasokan air bersih, dan pendataan kerusakan jembatan.

“Kita segera akan membuka jalan-jalan yang putus, jembatan-jembatan yang rusak kita segera perbaiki,” jelasnya.

“Jembatan-jembatan sedang kita hitung semua, insyaallah kita akan perbaiki semuanya. Rumah-rumah yang rusak, yang hanyut akan kita bantu,” tambahnya.

Presiden Prabowo tinjau jembatan utama penghubung daerah terisolasi. [Foto: presidenri.go.id]

Dalam kunjungan tersebut, Presiden juga meninjau langsung dapur umum dan berbagai fasilitas darurat yang telah beroperasi untuk memenuhi kebutuhan para warga. Menurutnya, pemerintah juga sedang dalam upaya untuk mempercepat pembentukan koperasi di setiap desa agar distribusi barang subsidi lebih efektif.

Prabowo tinjau dapur umum pengungsi bencana Sumatra. [Foto: presidenri.go.id]

Baca juga: Akibat Pembukaan Kebun Sawit, Gelondongan Kayu Terbawa Banjir Sumatra. Ini Pernyataan Menteri LH!

“Jadi nanti barang-barang yang disubsidi oleh negara itu langsung ke rakyat gak lewat perantara-perantara-perantara langsung ke rakyat,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Prabowo juga meninjau area layanan trauma healing terutama untuk anak-anak. Sejumlah relawan psikososial tampak mendampingi anak-anak melalui berbagai permainan edukatif dan kegiatan kreatif.

Prabowo kunjungi tempat trauma healing korban bencana Sumatra. [Foto: presidenri.go.id]

Setelah peninjauan di sejumlah titik bencana, Presiden Prabowo meminta untuk dilakukan percepatan penyaluran bantuan logistik, pemulihan akses wilayah terisolasi, serta pembangunan akses darurat di lokasi infrastruktur vital yang rusak. Untuk saat ini, pemerintah juga mengerahkan armada udara dan laut untuk menjangkau wilayah sulit.

Prabowo juga memastikan terkait ketersediaan anggaran untuk bantuan korban bencana di Sumatra ini. Anggaran tersebut hasil dari kebijakan efisiensi yang sebelumnya telah diberlakukan oleh pemerintah.

“Jadi alhamdulillah kita punya anggarannya, kita lakukan penghematan banyak di pusat supaya sebanyak mungkin bantuan, sebanyak mungkin kita bisa membantu kepentingan rakyat di paling bawah, desa, kecamatan itu sasaran kita,” ujarnya.

(kompas, presidenri.go.id)

[post-views]
Selaras