Media Utama Terpercaya

13 Januari 2026, 21:23
Search

Prabowo Resmikan Kilang Minyak Terbesar RI di Balikpapan Senilai Rp123 Triliun!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Kilang minyak
Presiden Prabowo Subianto meresmikan RDMP Kilang Pertamina Balikpapan, Senin [12/1]. [Foto: BerauPost]

Balikpapan, mu4.co.id â€“ Presiden Prabowo Subianto meresmikan kilang minyak terbesar di Indonesia, yakni Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) di Refinery Unit V Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Senin (12/1) sore.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim pada hari ini Senin, 12 Januari 2026. Saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan,” ucap Presiden Prabowo dalam peresmian, dikutip dari TB News, Selasa (13/1).

Ia menyebut peresmian RDMP terakhir dilakukan pada 1994 atau 32 tahun lalu, dan menyambut baik proyek ini karena diharapkan dapat menekan ketergantungan impor BBM.

Baca Juga: Kilang Minyak Terbesar RI di Balikpapan Bakal Beroperasi Bulan Depan. Hasilkan 360 Ribu Barel Per Hari!

Presiden Prabowo juga menegaskan Indonesia memiliki kekayaan energi melimpah, mulai dari kelapa sawit untuk biodiesel, panas bumi, tenaga surya, hingga air, yang harus dikelola secara optimal agar tidak bergantung pada negara lain.

“Kita tidak boleh tergantung energi kita dari luar. Kita ingin merdeka dan kita mampu. Kita miliki semua, diberi karunia oleh Yang Maha Kuasa,” kata Presiden Prabowo.

Menteri ESDM Bahlil Lahadahlia menyatakan RDMP Kilang Balikpapan merupakan proyek terbesar di Indonesia dengan nilai investasi sekitar Rp123 triliun.

Proyek ini bertujuan memodernisasi kilang untuk meningkatkan kapasitas pengolahan, menghasilkan BBM berkualitas dan ramah lingkungan, mendorong hilirisasi petrokimia, serta memperkuat ketahanan energi. 

Baca Juga: Mulai Desember, Menhan Sebut Kilang Pertamina Bakal Diawasi TNI. Ini Tanggapan Pertamina!

RDMP Balikpapan memungkinkan pengolahan hingga 360 ribu barel minyak per hari, setara sekitar seperempat kebutuhan nasional.

Secara ekonomi, RDMP Balikpapan diperkirakan memperkuat kemandirian energi nasional dengan penghematan impor BBM hingga Rp68 triliun per tahun serta kontribusi Rp514 triliun terhadap PDB.

Peresmian proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mewujudkan ketahanan dan swasembada energi, sekaligus meningkatkan kualitas BBM ke standar Euro V dengan kandungan sulfur 10 ppm dan menaikkan yield produk bernilai hingga 91,8 persen. Kilang ini sendiri nantinya akan menghasilkan BBM, elpiji, dan produk petrokimia.

(TB News)

[post-views]
Selaras