Media Utama Terpercaya

29 November 2025, 17:04
Search

Prabowo Perintahkan Buka Peternakan Sapi Untuk Memenuhi MBG. Berapa Kebutuhannya?

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Instruksikan peternakan sapi buat memenuhi susu MBG
Instruksikan peternakan sapi buat memenuhi susu MBG. [Foto: indonsia.go.id]

Jakarta, mu4.co.id – Untuk memenuhi kebutuhan susu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajarannya untuk membuat peternakan sapi.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang setelah rapat terbatas dengan Prabowo dan sejumlah menteri serta kepala lembaga, di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Kamis (20/11/2025).

“Pak Presiden sudah menginstruksikan. Misalnya untuk susu ini, kami kan sudah mulai kesulitan mencari susu, ya. Ini segera akan dibuat peternakan sapi yang nanti bisa memenuhi kebutuhan dari MBG dan juga untuk masyarakat di Indonesia,” ujar Nanik dilansir dari kompas, Sabtu (22/11).

Baca juga: Tak Disangka! Minyak Jelantah MBG Tembus ke Singapore Airlines dengan Harga Dua Kali Lipat

Rencananya lahan yang akan dibuka mencapai 500 ribu hektar dengan rincian 300 ribu akan dibuka di luar Pulau Jawa. Nantinya dengan lahan seluas itu, target produksi susu setiap harinya sekitar 3 juta liter.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Agrinas akan terlibat juga dalam hal ini.

“Malam ini Pak Mentan mau membuat langsung, tadi sudah dibentuk misalnya Agrinas. Jadi nanti malam ini saja sudah bergerak, enggak bukan-bukan antisipasi itu, enggak. Ini langsung, langsung dikerjakan,” kata Nanik.

Baca juga: Dukung MBG, Pemerintah Akan Bangun Peternakan Ayam Sebesar Rp20 T!

Selain susu sapi, rencananya susu kedelai juga akan diproduksi, begitu juga dengan sayur-mayur untuk menu-menu MBG. Nanik mengatakan setiap harinya dibutuhkan tempe dan tahu sekitar 3 kuintal setara 300 kilogram.

“Secara garis besarnya, kemandirian pangan. Jadi, kedelai selama ini misalnya impor, impornya kan besar banget, nah nanti itu (dengan adanya kemandirian pangan) tidak impor. Bahkan ya itu, susu,” jelas Nanik

(Kompas.com)

[post-views]
Selaras