Jakarta, mu4.co.id – Presiden Prabowo Subianto membuka kemungkinan Indonesia keluar dari keanggotaan Dewan Perdamaian atau Board of Peace jika lembaga tersebut tidak mampu mewujudkan tujuan utama, yakni kemerdekaan Palestina. Hal itu disampaikan Prabowo saat bertemu 16 pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam dan sejumlah tokoh Muslim di Istana Kepresidenan Jakarta.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut Prabowo menegaskan bahwa keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace tidak bersifat permanen.
“Keanggotaan bersifat tidak bersifat tetap. Indonesia sewaktu-waktu dapat menarik diri dari keanggotaan. Mengenai biaya US$ 1 miliar, adalah untuk dana rekonstruksi Gaza, dan tidak bersifat wajib,” tulis Teddy dalam unggahan akun Instagram @sekretariat.kabinet, dikutip pada Jum’at (6/2).
Baca Juga: MUI Kini Nyatakan Dukungan Keterlibatan Indonesia Dengan Board of Peace!
Teddy menjelaskan, hingga kini Indonesia belum membayar iuran keanggotaan Board of Peace. Ia menyebut negara anggota boleh membayar atau tidak, dengan status keanggotaan tetap jika membayar, dan berlaku tiga tahun keanggotaan jika tidak membayar.
Menurutnya, partisipasi Indonesia merupakan langkah nyata untuk berkontribusi langsung mengurangi konflik di Palestina, bukan sekadar hadir dalam forum atau pertemuan.
Dalam pertemuan bersama pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam itu, Prabowo juga memaparkan sejumlah penjelasan dan menerima masukan, serta menjawab pertanyaan para tokoh yang hadir.
(Hukum Online, Berita Satu)










![Gedung Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal [BPJPH]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260210-WA0015-300x183.jpg)




