Banjar, mu4.co.id – PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah tetap aman menghadapi musim kemarau. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengoptimalkan operasional PLTA Ir PM Noor Riam Kanan.
Tim Leader Operasional PLTA Ir PM Noor, Widiyanto di Aranio Kabupaten Banjar, menyampaikan strategi khusus untuk menjaga ketersediaan air sebagai sumber energi utama. Air di bendungan ditampung dan diatur secara cermat agar turbin tetap dapat beroperasi meski debit air berpotensi menurun saat kemarau.
Menurutnya, pengelolaan ini dilakukan secara fleksibel mengikuti kondisi musim. Saat curah hujan tinggi, air dialirkan secara terukur. Sebaliknya, saat kemarau, air ditabung untuk menjaga kestabilan produksi listrik.
Baca juga: PLN Kenalkan Layanan Swacam, Diulas Lengkap dalam Talkshow di Radio Suara Al Jihad Banjarmasin
“Langkah yang kami lakukan adalah menabung air di area bendungan Riam Kanan sehingga operasional mesin pembangkit tetap bisa berjalan dengan lancar dengan debit air yang masih terjaga,” ujarnya dilansir dari Kalsel Pos, Ahad (12/4).
Saat ini, kondisi muka air masih berada dalam batas aman, yakni sekitar 58,9 meter dari batas maksimum 59 meter. Angka tersebut dinilai cukup untuk menopang operasional pembangkit dalam waktu dekat.
“Langkah yang kami lakukan tersebut menjadi kunci menjaga ketersediaan air sebagai sumber utama energi bagi PLTA, khususnya periode kemarau dan berpotensi menurunkan kapasitas produksi listrik tenaga air,” kata Widiyanto.
Baca juga: PLN Kalselteng Bersama BPBD Banjar Perkuat Kesiapsiagaan Warga Kiram Lewat Program Destana
PLTA Riam Kanan sendiri memiliki peran penting dalam sistem kelistrikan regional. Energi yang dihasilkan disalurkan ke sistem interkoneksi Barito, sehingga turut menopang kebutuhan listrik masyarakat di wilayah Kalselteng.
Pembangkit yang telah beroperasi sejak 1973 ini didukung tiga unit turbin dengan total kapasitas sekitar 30 megawatt (MW). Selain itu, kawasan waduk juga dilengkapi pembangkit listrik tenaga surya terapung berkapasitas 361,92 kWp untuk mendukung operasional internal.
Secara keseluruhan, pembangkit ini menjadi bagian dari sistem terintegrasi bersama PLTU dan PLTD. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjaga keandalan serta stabilitas pasokan listrik, meski menghadapi tantangan musim kemarau.
(Kalsel Pos)
![Ruang Terbuka Hijau [RTH] modern di kawasan bekas kantor Disnakertrans Palangka Raya](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260412_211712-300x175.jpg)











