Banjar, mu4.co.id – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Banjar meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui program Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Kiram, Kabupaten Banjar, Kalsel.
Program itu juga menjadi wujud kepedulian PLN terhadap potensi risiko bencana, khususnya banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga memiliki mental dan pengetahuan dalam menghadapi bencana. Program ini adalah langkah nyata untuk melatih kesiapsiagaan bersama,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Drs Wasis Nugraha, seperti dilansir dari Antara, Kamis (19/03/2026).
Sementara itu, Kasubbid Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Ariansyah menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam upaya mitigasi bencana.
“Keadaan kedaruratan seperti bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun seluruh pihak. Kali ini PLN UID Kalselteng membuktikan kolaborasi yang sangat kuat dalam program mitigasi bencana di Desa Kiram ini,” ujarnya.
Baca juga: PLN Mulai Pulihkan Kelistrikan di 4 Lokasi Terberat Pascabencana Sumatra. Ini Lokasinya!
Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Kalselteng, Ahmad Humaidi, menambahkan program ini merupakan bentuk nyata kehadiran PLN dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
“Program ini adalah bukti hadirnya PLN di tengah-tengah masyarakat, tidak hanya melalui penyediaan listrik yang andal, tetapi juga dalam upaya memperkuat ketahanan sosial dan lingkungan. Hal ini sejalan dengan komitmen kami untuk mendukung keselamatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga lingkungan sebagai langkah preventif dalam meminimalkan potensi bencana. Tidak hanya itu, General Manager PLN UID Kalselteng Iwan Soelistijono juga menegaskan bahwa program Destana menjadi bagian penting dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam menciptakan masyarakat yang tangguh.
“Melalui program ini, PLN ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya menikmati listrik yang andal, tetapi juga memiliki kesiapan dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Sinergi bersama pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menciptakan ketahanan yang berkelanjutan,” katanya.
Baca juga: Ukir Sejarah, PLN Operasikan Limbah Sawit Jadi Listrik!
Adapun Program Destana sendiri diawali dengan proses perencanaan yang melibatkan masyarakat setempat, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan standar operasional prosedur (SOP) kebencanaan yang komprehensif. Selain itu, disusun pula peta jalur evakuasi sebagai panduan penting bagi masyarakat saat terjadi kondisi darurat.
Pembentukan Kelompok Tangguh Bencana yang beranggotakan masyarakat Desa Kiram menjadi salah satu langkah strategis dalam program ini. Kelompok tersebut dibekali berbagai pelatihan siaga bencana, mulai dari pemahaman dasar kebencanaan hingga simulasi penanganan keadaan darurat.
Selain itu, PLN UID Kalselteng bersama BPBD turut melaksanakan sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat serta menyerahkan sarana dan prasarana pendukung mitigasi bencana, seperti perahu karet, tenda darurat, alat komunikasi, hingga perlengkapan keselamatan lainnya.
Melalui program Destana di Desa Kiram, pihaknya pun berharap dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekaligus mendorong terbentuknya budaya sadar bencana. Upaya ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan PLN dalam mendukung pembangunan yang aman, tangguh, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.










![Ketua Umum Pimpinan Pusat [PP] Muhammadiyah Haedar Nashir](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_7604-300x200.jpeg)



